Bikin Gaduh Sebelum Beroperasi, Akhirnya SpaceX Minta Restu ke India

Bikin Gaduh Sebelum Beroperasi, Akhirnya SpaceX Minta Restu ke India

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 06 Des 2021 13:47 WIB
A SpaceX Falcon Heavy rocket, carrying the Arabsat 6A communications satellite, lifts off from the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Florida, U.S., April 11, 2019. REUTERS/Thom Baur     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: Thom Baur/Reuters
Jakarta -

Usai didesak Pemerintah India dan menyerukan agar warganya tidak langganan internet Starlink, perusahaan kepunyaan SpaceX langsung berbenah diri.

Starlink akan mengajukan permohonan lisensi komersial di India awal tahun depan, minta restu agar bisa menyediakan akses internet langsung dari atas negeri Bollywood ini.

"Kami harap telah mengajukan permohonan lisensi komersial sebelum 31 Januari 2022 (kecuali jika kami menemui hambatan besar)," ujar Country Director Starlink SpaceX di India, Sanjay Bhargava, dilansir dari Reuters, Senin (6/12/2021).

Jika tidak ada aral melintang dan bisa beroperasi pada April 2022, bukan tidak mungkin kalau Starlink bisa mencapai target 200 ribu perangkat Startlink dapat terjual pada tahun depan. Dari 200 perangkat itu, diharapkan 80% berada di daerah pedesaan .

Starlink adalah konstelasi satelit internet yang melayang di orbit Bumi rendah alias Low Earth Orbit Satellite (LEO). SpaceX terus memperbanyak jumlah Starlink tersebut di orbit.

Pekan lalu, Pemerintah India menyerukan kepada warganya untuk tidak berlangganan internet kepunyaan Starlink, proyek konstelasi satelit yang dikembangkan SpaceX yang didirikan Elon Musk.

Seruan tersebut disebarluaskan pada Jumat (26/11) waktu setempat. Pernyataan tersebut tak terlepas Starlink belum mengantongi lisensi untuk beroperasi di negaranya.

Sebelumnya, Pemerintah India telah mendesak agar Starlink mematuhi peraturan di negaranya dan untuk menahan diri memberikan layanan internet kepada pelanggan di India. Kini mereka telah meresponnya.



Simak Video "Satelit Elon Musk Nyaris Tabrakan dengan Stasiun Luar Angkasa China"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)