'TI Harus Ditanamkan Sejak Dini'
- detikInet
Jakarta -
Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas, Prof. Suyanto Phd, menganggap teknologi informasi (TI) adalah keahlian yang harus ditanamkan sejak dini, yaitu pada siswa-siswa sekolah di tingkat dasar dan menengah."Pengetahuan TI adalah keahlian yang penting agar Siswa Indonesia dapat menjadi sejajar dengan rekan mereka di belahan dunia lain," kata Suyanto usai penandatangan kerjasama (PKS) peluncuran Think.com bersama PT Oracle Indonesia di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (24/4/2006).Departemen Pendidikan Nasional dan PT Oracle Indonesia bekerjasama meluncurkan portal pendidikan, Think.com. Portal itu dirancang untuk Siswa SD berusia 7-10 tahun dan SMP berusia 11-13 tahun. Hal itu diharapkan dapat mendorong penggunaan dan pengadopsian teknologi oleh sekolah-sekolah di tingkat dasar dan menengah.PKS itu ditandatangani oleh Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Prof. Suyanto Phd dan Managing Director PT Oracle Indonesia Adi J. Rusli. Dirjen Aplikasi dan Telematika (Aptel), Departemen Komunikasi dan Informatika, Cahyana Ahmadjayadi pun turut hadir menyaksikan penandatanganan PKS tersebut."Melalui kerjasama ini, Oracle ingin Think.com digunakan untuk mendorong penggunaan dan penggunaan dan pengadopsian teknologi oleh sekolah. Sebagaimana internet telah membuat revolusi bisnis, kami percaya bahwa dengan teknologi, para siswa akan melihat revolusi pendidikan melalui mode pendidikan yang baru ini," tutur Adi.Menurut Marketing Manager Oracle Indonesia Goenawan Loekito, situs yang dimiliki Oracle itu memungkinkan siswa dan guru berkomunikasi dan berkolaborasi dengan anggota lainnya layaknya menggunakan fasilitas situs komunitas pertemanan Friendster yang sedang populer itu. "Namun dari segi konten, isinya berupa program pendidikan," imbuhnyaDari kerjasama itu juga tercatat tiga sekolah yang menjadi proyek percontohan adopsi awal portal tersebut, yakni SMP Lab School Cinere, SMP Muhammadiyah 22 Pamulang, dan SD Avicenna. Di ketiga sekolah itu, menurut Goenawan, para guru sudah dilatih untuk memanfaatkan portal itu secara maksimal. Sampai saat ini, sudah 215 siswa dan guru menggunakan portal tersebut.Sedangkan Dirjen Aptel Cahyana Ahmadjayadi turut mendukung program seperti itu karena kerjasama itu dianggap sebagai langkah positif. Program itu, menurutnya, sinergis dengan program Depkominfo yakni program One School One Lab (OSOL), serta program yang digalakkan PT Telkom, Internet Goes to School (IG2S). (rou)
(wicak/)