Telkomsel Targetkan 18 Juta Pelanggan 3G di 2010
- detikInet
Jakarta -
Belum juga menggelar layanan 3G, Telkomsel sudah berani menargetkan 18 juta pelanggan 3G di 2010. Angka tersebut diperkirakan adalah 30 persen total pelanggan seluler di 2010. Hal itu diungkapkan oleh Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja. "Di 2010, kami harapkan pelanggan 3G Telkomsel nantinya mencapai 18 juta subscriber, atau sekitar 30 persen pelanggan seluler keseluruhan (di Indonesia-red)," ujarnya di Marche Rastaurant, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/04/2006). Bos operator itu pun memproyeksikan tingkat pertumbuhan pelanggan per tahun. Di tahun pertama, 2006, Telkomsel menargetkan jumlah pelanggan 3G mencapai 270.000 atau sekitar 0,8 persen total pelanggan seluler. Di tahun kedua, ujar Kiskenda, Telkomsel menargetkan 1,2 juta pelanggan 3G (2,6 persen). Di tahun ketiga dan keempat Kiskenda tidak merinci proyeksinya. Kemudian di tahun 2010 (kelima) Telkomsel menargetkan 18 juta subscriber dan di tahun itu juga pelanggan campuran (2G dan 3G) Telkomsel mencapai 60 juta atau sekitar 60 persen total pelanggan seluler. Rencana BisnisDi kesempatan itu Kiskenda memaparkan rencana bisnis Telkomsel dalam menggelar 3G. Menurutnya ada empat elemen yang diperlukan untuk men-deploy layanan 3G dengan sukses. Pertama, ujar Kiskenda, dari segi jaringan. "Diperlukan untuk coverage dan kualitas jaringannya. Di situ diperlukan 3.000 item untuk jaringan 3G Telkomsel, seperti aspek radio, core switch, packet switch, aplikasi, charging, hingga management services," ujar Kiskenda. Sedangkan untuk MSC dan BSC menurut Kiskenda tidak diperlukan lagi. Segi kedua adalah dari sisi layanan dan perangkat. Menurut Kiskenda, keberadaan content provider sangat dibutuhkan agar tercipta killer application 3G. Ia memprediksi layanan seperti Mobile TV akan berhasil. Telkomsel mengatakan telah menggandeng 160 content provider untuk keperluan itu. "Diperlukan ketersediaan ponsel 3G yang cukup banyak di pasar agar mempengaruhi pengadopsian 3G nantinya," ujar Kiskenda. Kemudian, Kiskenda mengatakan, perlu dilihat elemen image atau citra penyelenggara 3G. Citra yang diharapkan, ujarnya, adalah bahwa layanan 3G itu lebih penting ketimbang teknologinya.Sedangkan elemen yang terakhir adalah value. Seperti kompetisi di 2G, faktor harga diyakininya akan turut mempengaruhi keberhasilan adopsi 3G. Ketika ditanyakan soal tarif 3G, Kiskenda mengatakan hal itu tergantung business wave atau arus bisnis nanti. Kemungkinan modelnya tak akan jauh berbeda dengan 2G saat ini, misalnya ada tarif hemat pada waktu tertentu dan lain sebagainya. (rou/wsh)
(wicak/)