Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BlackBerry Masuk Cina di Paruh 2006

BlackBerry Masuk Cina di Paruh 2006


- detikInet

Singapura - Research In Motion (RIM), pembuat perangkat BlackBerry, akan meluncurkan layanan e-mail nirkabel di Cina pada pertengahan 2006. China Mobile (Hong Kong) Ltd. digaet sebagai rekanannya. Daratan Cina disinyalir merupakan ladang emas bagi RIM untuk meraup uang. RIM pun memilih untuk menggandeng China Mobile, sebagai perusahaan selular paling top dan memiliki jumlah pelanggan yang banyak dengan menguasai dua pertiga pangsa pasar telekomunikasi."Perbincangan kami dengan China Mobile cukup memuaskan. Kami sedang menjalankan kerjasama dengan mereka dan perjanjian ini diharapkan bisa rampung secepatnya, kemungkinan menjelang pertengahan tahun ini," kata Wakil Presiden Asia Pacific, Norm Lo, kepada Reuters seperti dikutip detikINET Kamis (13/4/2006).Lo juga mengatakan RIM akan meluncurkan perangkat BlackBerry yang memakai teknologi mobile third-generation (3G) di semester kedua tahun ini, kemungkinan pada kuartal Juli-September.Perusahaan yang biasa nongkrong di Kanada, Ontario itu berharap bisa meluncurkan layanan e-mail nirkabel BlackBerry dengan 100 provider telekomunikasi tahun ini, termasuk 10 perusahaan di daerah Asia Pasifik. Namun Lo menolak menyebutkan nama perusahaan yang dimaksud.Sampai saat ini, RIM sudah menawarkan layanan BlackBerry di 160 perusahaan yang tersebar di lebih dari 60 negara. Di Asia sendiri, RIM sudah bekerja sama dengan 21 provider telekomunikasi.Bulan yang lalu, layanan push mail yang dikeluarkan (RIM) sempat terbentur masalah paten dengan perusahaan kecil asal Virginia, NTP Inc. Layanan push mail BlackBerry terbilang kondang di kalangan profesional dengan mobilitas tinggi.Kasus tersebut sempat mengancam layanan e-mail dan perangkat BlackBerry masuk ke Amerika Serikat. Setelah melewati beberapa proses persidangan, RIM dan NTP akhirnya mencapai kesepakatan yang sekaligus mengakhiri gugatan paten tersebut.RIM akhirnya membayar US$ 612,5 juta (US$ 1 = Rp 9,025 Sumber: detikcom) untuk menyelesaikan semua tuntutan terhadap RIM, beserta lisensi yang berlaku ke depan. (dwn) (rouzni/)





Hide Ads