Apa Itu Kabel Laut, 'Nyawa' Internet Dunia yang Rentan

Apa Itu Kabel Laut, 'Nyawa' Internet Dunia yang Rentan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 23 Sep 2021 13:30 WIB
kabel laut
Ilustrasi kabel laut internet (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Kabel bawah laut berperan sangat penting bagi internet dunia, bahkan sampai saat ini meskipun teknologi satelit kian marak. Di Indonesia, misalnya ada jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jasuka sepanjang 10.860 kilometer di Indonesia. Seperti apa seluk beluk kabel laut ini?

Pada 29 Juni 1858, untuk pertama kalinya Eropa dan Amerika Utara terhubung melalui teknologi telegraf, dengan dibangunnya kabel laut sepanjang 4.000 kilometer. Kabel itu tidak bertahan lama karena masalah teknis, tapi menjadi tanda permulaan revolusi komunikasi.

Pada hari ini, ada sekitar 380 kabel bawah laut yang beroperasi di seluruh dunia, dengan panjang total 1,2 juta kilometer. Mereka adalah nyawa di balik internet modern. Para raksasa internet semacam Facebook, Google, Microsoft dan Amazon merupakan penyandang dananya.

"Orang-orang sangat mobile dan selalu mencari WiFi. Mereka tidak berpikir tentang kabel laut ini, mereka tidak memahami kabel ini bekerja bersama-sama. Barulah jika ada gangguan, mereka baru memperhatikannya," kata Byron Clatterbuck, CEO Seacom yang menangani pembangunan sebagian kabel laut.

Kabel laut duniaSebagian kabel laut di Samudera Atlantik. Foto: CNN

Gangguan besar kadang terjadi. Tahun 2012, badai topan Sandi merusak beberapa bagian kabel uang menghubungkan Amerika Utara dan Eropa, menyebabkan kerugian sekitar USD 71 miliar. Akan tetapi kebanyakan gangguan sebenarnya adalah karena ulah manusia.

"Dua pertiga dari gangguan kabel disebabkan oleh aktivitas manusia yang tak disengaja, jala ikan dan juga jangkar dari kapal. Kemudian selanjutnya adalah karena bencana alam, terkadang gempa Bumi dan juga karena kabelnya longsor di bawah sana," papar Tim Stronge dari TeleGeography.

Sebenarnya para perusahaan sudah melakukan langkah antisipasi. Data disebarkan ke rute yang berbeda-beda sehingga jika ada satu kabel kena gangguan, konsumen tak sepenuhnya mengalami pemutusan internet.

Lalu kenapa tidak mengandalkan satelit saja untuk memancarkan internet? Rupanya satelit masih punya masalah terkait pengiriman sinyal yang lebih lama dari angkasa serta lebih tinggi tingkat latensinya alias tidak sama stabil seperti kabel laut.



Simak Video "Saat Korea Selatan Dibuat Kalang-kabut Gegara Internet Down"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)