Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pelanggan Esia Tumbuh 55% di Q1 2006

Pelanggan Esia Tumbuh 55% di Q1 2006


- detikInet

Jakarta - Direktur Utama PT Bakrie Telecom Anindya Novyan Bakrie mengatakan, jumlah pelanggan kumulatif Esia tumbuh sebesar 55 persen pada kuartal pertama (Q1) 2006, dari 487 ribu per akhir 2005 menjadi 757 ribu per akhir Maret 2006.Dengan melihat tren pertumbuhan serta dengan akan beroperasinya wilayah pelayanan baru Esia di 15 kota pada kuartal kedua (Q2) 2006, manajemen Bakrie merasa optimis mencapai target 1,3 juta pelanggan hingga akhir 2006."Melihat pencapaian pertumbuhan pelanggan dan pendapatan pada kuartal pertama ini, dan disertai dengan upaya efisiensi pada biaya investasi dan biaya operasi yang telah kami terapkan secara konsisten, kami optimis dapat mulai membukukan laba bersih di tahun 2006 sesuai target kami," kata Anindya dalam keterangan tertulisnya pada detikINET, Sabtu (8/4/2006).Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2006 yang belum diaudit, pada tiga bulan pertama 2006, perusahaan mencatat pendapatan kotor (gross revenue) sebesar Rp 155,3 miliar dan Earnings Before Interest, Depreciation & Amortization (EBITDA) sebesar Rp 42,2 miliar.Jumlah EBITDA itu mencerminkan pertumbuhan sebesar 76 persen terhadap EBITDA yang dicapai perusahaan itu pada tahun lalu. Churn Rate RendahPada kuartal pertama 2006 ini, Bakrie merasa sukses menjaga tingkat nomor hangus (churn rate) pada kisaran 4 persen per bulan, atau jauh di bawah rata-rata industri telekomunikasi Indonesia yang bisa mencapai 12 persen per bulan."Sebagai pemain baru di industri ini, kami tentunya patut bersyukur atas pertumbuhan serta tingginya loyalitas pelanggan kami sebagaimana tercermin dalam churn rate kami yang rendah," ujar Anindya.Pada Q1 2006, Esia meluncurkan beberapa paket yang diklaim inovatif seperti paket bundling 'Hape Untuk Kita' yang merupakan hasil kerjasama dengan ponsel Nexian dengan harga Rp 300 ribu, lalu paket 'Dobel-Dobel Mantap' dengan handset Motorola seharga Rp 579 ribu, dan juga tarif telepon sesama pelanggan Esia sebesar Rp 1.000 per jam. "Ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang kami terapkan, yaitu inovasi dan terobosan yang 'tidak biasa' (disruptive innovations) terus membuahkan hasil yang menggembirakan," klaim Anindya. (rou) (rouzni/)





Hide Ads