Gebrakan Merger Indosat-Tri - Halaman 2

Roundup

Gebrakan Merger Indosat-Tri

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 19 Sep 2021 11:00 WIB
indosat ooredoo hutchinson 3 indonesia
Gebrakan Merger Indosat-Tri. Foto: detikcom

Paket Layanan Masih Sama

Baik itu Indosat maupun Tri mengucapkan pernyataan sama, paket layanan pelanggan saat ini tidak mengalami perubahan. Artinya, baik itu pelanggan Indosat maupun Tri masih mengikuti aturan masing-masing operator seluler sebelum nantinya resmi bergabung menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.

"(Dengan merger Indosat dan Tri-red) pasar akan tetap kompetitif, tarif layanan akan tetap mengikuti kompetisi di pasar. Yang pasti produk Tri belum akan Berubah. Bahkan akan menikmati kualitas yang lebih baik, jangkauan lebih luas, serta kecepatan yang lebih tinggi," kata Deputy Presiden Direktur Tri Indonesia, M. Danny Buldansyah.

Begitu juga disampaikan Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha bahwa saat ini belum ada perubahan layanan dan produk.

Vikram menuturkan pengalaman layanan pelanggan menjadi tugas prioritas, baik Indosat, Tri maupun kini menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.

"Saya katakan prioritas nomor satu adalah pelanggan kami, Anda tahu, jika pelanggan kami senang mereka akan semuanya baik-baik saja," ungkap dia.


Komposisi Indosat Ooredoo Hutchison

Bersamaan dengan penggabungan bisnis, CK Hutchison akan mendapatkan 50% saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8% sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33% saham di Ooredoo Asia. Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7% kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai USD 387 juta.

Menyusul transaksi di atas, Para Pihak akan masing-masing memiliki 50% dari Ooredoo Asia, yang akan diberi nama baru yaitu Ooredoo Hutchison Asia dan memiliki 65,6% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Hutchison.

Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison. Perusahaan gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14,0% saham.

Para pihak yang terlibat memastikan akan menominasikan Vikram Sinha sebagai CEO perusahaan baru ini dan Nicky Lee sebagai CFO Indosat Ooredoo Hutchison.

Sedangkan Ahmad Al-Neama akan tetap menjalankan tugasnya sebagai President Director and CEO Indosat Ooredoo, dan Cliff Woo akan tetap bertugas sebagai CEO H3I hingga proses merger selesai.


Peta Persaingan Berubah

Merger Indosat dan Tri mengubah peta persaingan industri telekomunikasi, Indosat Ooredoo Hutchison kini menjadi penantang terkuat melawan Telkomsel sebagai penguasa pasar.

"Merger dengan Tri Indonesia menciptakan sebuah kelas digital baru dan menjadi pemain kedua yang akan mengakselerasi momentum pertumbuhan kita dan akan membawa kita ke level yang baru," ujar President Director and CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama.

Hal itu diamini pengamat telekomunikasi Heru Sutadi. Telkomsel sendiri saat ini punya lebih dari 164 juta pelanggan didukung lebih dari 234 ribu Base Transceiver Station (BTS).

"Merger ini merupakan game changer kompetisi di bisnis seluler. Telkomsel akan head to head dengan Indosat Ooredoo Hutchinson," kata Heru Sutadi.
Hanya saja, Heru menggarisbawahi bahwa Indosat Ooredoo Hutchison tidak lantas dengan mudah menggeser Telkomsel menguasai pasar telekomunikasi Indonesia.

"Kalau operator gabungan dianggap bisa mengalahkan Telkomsel, tidak semudah itu dan jalannya masih panjang. Telkomsel sudah begitu kuat menguasai separuh bisnis seluler," ucapnya.