Telkom Daftar HAKI, Amankan Aset Digital

Telkom Daftar HAKI, Amankan Aset Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 05 Agu 2021 19:30 WIB
Logo Telkom
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Telkom mendaftarkan dua Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk sarana pembelajaran digital mereka, MyDigiLearn, serta laboratorium inovasi internal, AMOEBA.

MyDigiLearn adalah platform pembelajaran yang mengusung prinsip personalised learning yang pengguna bisa mengakses kapan saja, di mana saja, dan menggunakan gawai apapun dengan pengalaman belajar berbeda, karena memiliki kurikulum dinamis dan konten unggahan pengguna.

Sementara, AMOEBA adalah sebuah Corporate Innovation Lab yang menginkubasi inovasi-inovasi karyawan Telkom. Tujuannya membuat talenta digital unggulan, menggembangkan bisnis digital, dan memperkuat sistem relevan.

Arif Rudiana selaku Deputy SGM Telkom CorpU-ITDRI mengungkapkan, dengan pendaftaran MyDigiLearn, akan ada payung hukum yang jelas dan memperlancar gebrakan inovasi ke depannya.

"Banyak keuntungan besar bukan hanya bagi MyDigiLearn, tapi juga bagi proses-proses inovasi. Contohnya akan mendorong inovasi dan pengembangan penemuan baru di perusahan, dan memberikan keleluasaan supaya karyanya bermanfaat bagi seluruh masyarakat," ujar Arif dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/8/2021).

Selain itu, sambung Arif, juga akan meningkatkan produktivitas dan daya saing MyDigiLearn di industri dan market, serta HAKI membuat perusahaan memiliki aset tak berwujud (intangible asset) yang luar biasa.

AMOEBA adalah sebuah Corporate Innovation Lab yang menginkubasi inovasi-inovasi karyawan Telkom.AMOEBA adalah sebuah Corporate Innovation Lab yang menginkubasi inovasi-inovasi karyawan Telkom. Foto: Telkom

Setelah resmi terdaftar dalam HAKI, MyDigiLearn akan lebih leluasa menjalankan perannya untuk ekosistem pembelajaran dan akselerasi penetrasi ke para peminat proses pembelajaran digital.

Ke depannya, MyDigilearn akan terus dikembangan dengan menambahkan fitur-fitur yang lebih canggih, seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dengan dilengkapi kemampuan analisis data yang kuat.

"Ini bertujuan agar terus memberikan pengalaman belajar yang unggul dan menyenangkan bagi masyarakat," sambungnya," Bagas selaku CEO MyDigiLearn.

Chief Operating Officer (COO) AMOEBA M. Farizko Nurditama menjelaskan, AMOEBA akan terlindungi dari para pengguna ilegal. Selain itu, kegiatan inovasi dapat didukung baik dari berbagai aspek guna bisa sama-sama lebih memberikan manfaat.

Beberapa produk AMOEBA telah eksis di industri digital, Smart Eye bidang Virtual Reality, GAMEQOO (platform layanan streaming game di cloud), TOMPS (peranti manajemen proyek berbasis aplikasi mobile dan web), dan BIGBOX (solusi big data dan data analisis).

Kemudian, Netmonk (aplikasi monitoring jaringan dan network), Vutura (platform penyedia Chatbot dan solusi kecerdasan buatan), Arkademy (program pelatihan dan penyaluran kerja), OCA (layanan yang berbasis web untuk penyebaran pesan melalui telepon, surel, SMS, dan WA), JEAGER (Solusi IoT untuk perusahaan manufaktur), hingga StudExt (platform digital menyediakan materi keterampilan untuk mengeksplorasi bidang minat dan bakat anak).

"Kami akan selalu meningkatkan standar. Pesta inovasi sedang terjadi beberapa bulan terakhir, dan kita tunggu pesta inovasi berikutnya," tutup M Farizko Nurditama.



Simak Video "Rekam Jejak Abdee 'Slank': Musisi hingga Komisaris Telkom"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)