Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Wimax Digelar Operator Seluler Saja'

'Wimax Digelar Operator Seluler Saja'


- detikInet

Jakarta - Operator seluler dianggap sebagai pihak yang paling cocok untuk menggelar layanan berbasis Wimax. Kalau pemain baru? Bisa-bisa mubazir. Demikian pendapat Dirut dan CEO PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan Asia Cellular Satellite (ACeS), Adi Rahman Adiwoso. Adi menyarankan implementasi teknologi internet pita lebar nirkabel Wimax digelar oleh operator seluler yang sudah ada."Wimax harusnya dijalankan operator seluler saja karena mereka sudah punya backbone dan base station," kata Adi yang dikutip detikINET Rabu (22/03/2006).Lalu, bagaimana dengan iklim kompetisi, bukankah pemerintah malah ingin menambah pemain baru demi meramaikan sektor telekomunikasi dan membuat persaingan harga? "Jangan pemain baru, mubazir banget investasinya," jawabnya.Menurutnya, status beberapa pemain besar di seluler sangat mempengaruhi keberhasilan Wimax, selain teknologi seluler generasi ketiga (3G) yang juga mereka genggam. "Seperti filosofi Godzilla, size does matter, Bung!" tuturnya.Wimax sendiri merupakan teknologi transmisi data internet tanpa kabel yang memiliki jangkauan hingga 50 km, atau sekitar 17 kali lipat dibandingkan Wi-fi sehingga bisa menghemat infrastruktur base station secara signifikan. Di Amerika, Wimax menggunakan frekuensi 5,8 GHz.Tiga Besar di 3GSelain Wimax, bos satelit itu juga mengomentari tentang 3G. Menurutnya, dari lima pemegang lisensi 3G, hanya tiga operator besar seluler existing saja yang akan berkompetisi."Yang bakal compete paling Telkomsel, Indosat, XL. Tinggal mereka tentukan kontennya. Siapa yang dapatkan konten paling banyak dan menarik, itu yang pasti menang," ujar Adi.Lalu, bagaimana dengan Hutchison CP Telecommunications dan Natrindo Telepon Seluler (NTS), bukankah dua operator itu juga berpeluang memberi kejutan di sektor 3G? Misalnya, dengan menawarkan tarif lebih murah dibanding operator seluler yang ada."Mereka kan sudah dipusingkan dengan kewajiban membayar 'angin' (lisensi 3G-red) dan keharusan membangun BTS, berarti seluruh business plan bakal diubah. Belum apa-apa mereka sudah pusing duluan dengan hal itu," katanya."Itulah bedanya dengan operator lama. Buat para operator seluler existing itu kan 3G cuma additional cost. Kayaknya berasa nggak lengkap saja kalau nggak punya 3G. Gengsi lah," ujarnya. (rou) (wicak/)







Hide Ads