Telkomsel Bantu Dongkrak Kinerja Industri Manufaktur Lewat 5G

Telkomsel Bantu Dongkrak Kinerja Industri Manufaktur Lewat 5G

Yudistira Perdana Imandiar - detikInet
Kamis, 01 Jul 2021 18:35 WIB
Penyegaran Manajemen Dipercaya Percepat Transformasi Digital Telkomsel
Foto: Dok. Telkomsel
Jakarta -

Dengan kecepatan jaringan yang tinggi dan latensi rendah, Telkomsel berupaya mendorong manfaat teknologi 5G dapat diandalkan dalam kegiatan industri. Penggunaan teknologi 5G diyakini bakal memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Vice President Internet of Things Telkomsel Alfian Manullang mengatakan kualitas jaringan dalam spektrum 5G dapat mendorong digitalisasi dalam berbagai industri di Indonesia. Perusahaan-perusahaan pelayanan maupun manufaktur, kata Alfian, bisa segera bertransformasi menjadi digital company dengan hadirnya 5G, sehingga dengan peluncuran Telkomsel 5G yang baru saja dilakukan, Telkomsel berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan 5G untuk sektor industri.

Ia menyampaikan, digitalisasi dalam proses bisnis dan alur kerja dalam berbagai industri akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan. Ia mencontohkan, penggunaan teknologi robotik dalam industri manufaktur akan mempercepat kegiatan produksi sehingga memangkas ongkos produksi, dan meningkatkan produktivitas kerja.

Alfian mengulas, dalam beberapa tahun ke belakang kinerja sektor manufaktur Indonesia dalam tren menurun. Hal itu terlihat dari terpangkasnya kontribusi manufaktur terhadap GDP nasional dari 20,5% pada 2016 menjadi 19,7% pada 2019. Ada beberapa hal yang menyebabkan menurunnya produktivitas tersebut.

"Top priority issue yang ada adalah pertama declining sales. Di sini bagaimana mereka bisa meningkatkan efisiensi operasionalnya. Kemudian terjadinya kompetisi. Jadi kalau ada satu industri yang tidak bertransformasi artinya dia boleh jalan terus, tapi membuat dia semakin tidak kompetitif. Dia akan tergilas, cost semakin tinggi dan harga jual semakin tertekan," jelas Alfian kepada media, Selasa (29/6/2021).

Masalah lainnya yang memicu penurunan produktivitas manufaktur, yakni kurangnya konektivitas dengan channel distribusi dan konsumen. Berikutnya, yakni peningkatan biaya operasional.

Alfian menyebut kehadiran Telkomsel 5G dalam kondisi pandemi merupakan langkah yang tepat. Sebab, aktivitas operasional manufaktur menjadi terbatas dan teknologi 5G akan menjadi solusi bagi perusahaan-perusahaan manufaktur untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Lewat otomatisasi dalam kegiatan produksi hingga maintenance akan menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi kerja.

Dengan mengimplementasikan IoT dalam kegiatan manufaktur, perusahaan dapat memantau kinerja setiap mesin-mesin yang digunakan secara real time. Data-data waktu perawatan dan sparepart yang perlu diganti diperhitungkan juga bisa diperoleh secara presisi lewat sistem pintar. Dengan begitu biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan penyediaan spare part dapat ditekan.

"Di survei terbaru, kita lihat krusialnya Industrial IoT (Internet of Things) lalu operasional teknologi jadi mesin-mesin itu connect ke internet, ada predictive analitiknya, ada big data," jelas Alfian.

"Dengan adanya 5G buat di manufacturing akan sangat-sangat membantu," imbuhnya.

Menurut Alfian, Telkomsel melalui kerja sama implementasi 5G dengan Schneider Electric, telah membuktikan penerapan 5G pada industri manufaktur memberikan berbagai benefit. Mulai dari terpangkasnya waktu maintenance peralatan, peningkatan efisiensi operasional, hingga menurunkan biaya penyediaan sparepart mesin.

"Ada satu jaminan berdasarkan implementasi yang Schneider Electric lakukan, dengan menerapkan digital transformasi industry 4.0 mereka bisa menurunkan maintenance time hingga 44 persen, operasional efficiency increase 12 persen," papar Alfian.

"Jadi mereka lebih efektif, produktif, dan efisien," imbuhnya.

Kehadiran 5G diyakini bakal membawa dampak baik buat berbagai sektor industri Tanah Air. Chief Digital Startup, E-Commerce & Fintech Sharing Vision Nur Islami Javad mengungkapkan dengan adanya 5G banyak industri yang bisa meningkatkan produktivitas kerjanya.

"Pasti bagus efeknya ke industri. Dia kan bakal mendorong digitalisasi," ungkap Jeff.

Selain automasi pada sektor manufaktur, kehadiran 5G disebut Jeff akan menggairahkan industri kreatif di Tanah Air. Misalnya, kecepatan koneksi dan bandwith besar 5G memungkinkan pengembang game digital untuk membuat game yang lebih kompleks dengan augmented reality dan semacamnya.

"Pengembang-pengembang game bisa mengeluarkan game yang lebih kompleks, lebih besar ukurannya. Interaksi masyarakat di digital juga pasti akan meningkat," jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan Telkomsel 5G juga bisa diperluas sampai pada industri smart farming. Menurut Jeff, sudah banyak petani milenial yang mengandalkan teknologi untuk menggarap lahan. Dengan 5G mereka bisa lebih leluasa mengontrol lahan pertanian mereka, termasuk menggunakan teknologi robotik dalam menggarap lahan.

"Dengan sinyal yang bagus akan enak sekali untuk automated farming. Jadi mereka bisa mengawasi dan menyemprot air, pupuk dari jarak jauh. Jadi petaninya lagi liburan misalnya, mereka bisa tetap mengawasi lahan mereka," papar Jeff.

(akn/fay)