Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AS Suplai Bandwidth Ke 11 Kampus Afrika

AS Suplai Bandwidth Ke 11 Kampus Afrika


- detikInet

Jakarta - Enam yayasan asal Amerika Serikat (AS) mengupayakan akses internet yang lebih cepat untuk 11 universitas di Afrika.Keenam yayasan tersebut menggelar program bertajuk "Bandwidth Initiative". Untuk kawasan Afrika, inisiatif ini menjanjikan kualitas akses internet yang 50 persen lebih cepat, dalam waktu satu sampai dua bulan mendatang. Akses internet yang lebih cepat akan diupayakan dengan bantuan satelit. Akademisi kampus di Afrika selama ini terhambat penelitian dan pekerjaannya karena koneksi internet yang lelet. Seorang mahasiswa teknologi informasi di Afrika berkeluh kesah, karena waktunya jadi terbuang percuma akibat akses internet yang sangat lambat. "Internetnya lambat sekali. Untuk men-download aplikasi saja bisa menghabiskan waktu lama sekali," keluh Alfonso Pene, seorang mahasiswa teknologi informasi Universitas Eduardo Mondlane, Mozambique, Afrika. "Koneksi internet yang lambat membuat kami frustasi," imbuhnya.Alokasi dana yang disiapkan untuk program tersebut adalah sebesar US$200 juta. Kesebelas universitas yang menerima bantuan tersebut tersebar di Ghana, Nigeria, Tanzania, Uganda, Afrika Selatan dan Mozambique.Kesebelas universitas tersebut dikelompokkan menjadi satu pembeli tunggal, sehingga bisa mendapatkan potongan harga.Direktur pusat teknologi informasi universitas Eduardo Mondlane, Americo Muchanga berharap, para mahasiswa di Afrika tidak lagi membuang waktu percuma di internet hanya karena koneksi yang lambat.Selama ini, untuk menikmati akses internet, setiap perguruan tinggi di Afrika harus merogoh US$10.000 per bulan. Padahal, di AS dan Eropa, kecepatan yang sama bisa didapat hanya dengan biaya US$100 per bulan.Menikmati internet dari fiber optik rasanya sulit direalisasikan, mengingat fiber optik yang terdekat dari Mozambique berjarak 190mil. Untuk 'menarik' kabel sepanjang 190mil bisa menghabiskan biaya sebesar US$6 juta. Menurut Muchanga, Melihat keadaan ekonomi Afrika yang masih dalam tahap pemulihan dari perang sipil, angka sebesar itu rasanya sulit dicapai. (nks) (ketepi/)






Hide Ads