RI Sudah Saatnya Move On dari 2G dan 3G, Fokus ke 4G dan 5G

RI Sudah Saatnya Move On dari 2G dan 3G, Fokus ke 4G dan 5G

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 13 Jun 2021 18:42 WIB
Ilustrasi smartphone
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Dengan kedatangan 5G, pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengatakan, sudah saatnya Indonesia mematikan layanan 2G dan 3G.

Melihat tren yang terjadi di dunia, Heru mengungkapkan, sudah banyak negara yang meninggalkan 2G dan 3G. Kemudian spektrum yang digunakan itu dimanfaatkan untuk layanan 4G dan 5G.

"Terkait 2G dan 3G, sebenarnya alokasi frekuensi untuk itu sudah bersifat teknologi netral. Jadi, bisa dipakai untuk teknologi apapun," ujarnya, Minggu (13/6/2021).

"Tapi, karena teknologi bergerak terus, harus ada batasan hingga kapan kita menggunakan teknologi 2G, kemudian 3G sampai kapan. Banyak negara sudah switch off 2G. Sebenarnya ini bisa segera dilakukan," kata Heru yang juga Direktur Eksekutif ICT Institute ini.

Mantan komisioner BRTI ini memperkirakan pengguna layanan 2G di Indonesia sekitar 10-20%. Heru menyebutkan, 2G saat ini sudah tidak dibutuhkan, karena layanan tersebut hanya untuk keperluan voice dan SMS.

Sementara itu, kalau berbicara 3G, ia memperkirakan mungkin masih dua tahunan lagi manfaatnya sampai 5G matang.

Lebih lanjut, jika pemerintah menerapkan kebijakan suntik mati 2G dan 3G dengan metode yang sama dilakukan saat migrasi TV analog ke digital, maka itu bisa dilakukan segera.

"Sebenarnya semua menanti aba-aba Menkominfo untuk switch off. Kalau tidak ada aba-aba, maka tidak akan ada ujungnya kapan 2G dan 3G akan dimatikan. Indonesia jadi seperti laboratorium, di mana semua teknologi ada. Ini dianggap pemborosan," jelasnya.

Layanan 5G pertama kali dihadirkan pada 27 Mei lalu, di mana Telkomsel sebagai operator seluler pertama yang menggelar jaringan seluler generasi kelima itu secara komersial di Indonesia. Saat ini, Indosat Ooredoo selangkah lagi akan menyusul Telkomsel menggelar layanan 5G setelah mengantongi Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Butuh waktu sekitar tujuh tahun sejak 4G pertama kali diluncurkan pada akhir 2014 silam hingga sekarang naik level ke jaringan 5G.



Simak Video "Jaringan 5G di Denpasar Capai 613 Mbps"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)