Kartu Sakti Telkom Bawa Pesantren Go Online

Kartu Sakti Telkom Bawa Pesantren Go Online

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 02 Jun 2021 17:49 WIB
Memperingati Hari Santri Nasional dengan tema
Kartu Sakti Telkom Bawa Pesantren Go Online (Foto: ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)
Jakarta -

Telkom menargetkan seluruh pesantren yang ada di Indonesia sudah go online. Bagaimana cara dan strategi Telkom membawa pesantren go online?

Sejauh ini, sudah lebih dari 500 pesantren yang sudah go online setelah mengikuti program Pesantren go Digital dari DXB (Digital & Next Business) Telkom. Data tersebut juga mencakup pendaftaran Kartu Santri oleh 11.920 santri dari 13 pesantren.

"Kami tidak akan berhenti karena targetnya seluruh pesantren di Indonesia semuanya bisa online. Selain itu, kami ingin juga menargetkan seluruh pesantren di Indonesia tercapai cashless santri melalui Kartu Santri," ujar Direktur Digital Bisnis Telkom, Muhammad Fajrin Rasyid dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/6/2021).

Fajrin menuturkan bahwa solusi jaringan dan aplikasi dari Telkom dinilai memadai dalam mentransformasi pesantren untuk go digital. Hanya saja ada kendala klasik digitalisasi pesantren antara lain, konektivitas internet terbatas, sulitnya masyarakat mengakses informasi pesantren, dan sistem belajar konvensional. Kemudian, tantangan transaksi harian yang masih dikelola secara manual dan sulitnya memajukan UMKM binaan.

"Maka, kami di Telkom telah dan terus memberikan program Pesantren Go Digital sebagai solusi kami untuk segmen pesantren, seperti layanan kartu santri, website builder, dakwah digital, platform belajar digital, hingga e-commerce," ungkapnya.

Kartu Santri sendiri akan memudahkan administrasi dan transaksi santri di lingkungan pesantren, website builder mendorong pesantren mendesain website sendiri dengan berbagai template yang mudah digunakan, dan e-commerce akan memasarkan produk unggulan pesantren secara online maupun offline.

Adapun, layanan dakwah digital menjadikan santri sebagai kontributor eksklusif untuk video dakwah di aplikasi Muslim Life. Sementara konektivitas akan mendukung pesantren menjangkau lebih banyak jamaah dimanapun dan kapanpun.

Telkom menghadirkan seminar nasional Sinergi dan Kolaborasi Program Mendukung Inklusi Keuangan Bagi Pesantren di Pekalongan, Jawa Tengah.Telkom menghadirkan seminar nasional Sinergi dan Kolaborasi Program Mendukung Inklusi Keuangan Bagi Pesantren di Pekalongan, Jawa Tengah. Foto: Telkom

Selain itu, layanan terbaru untuk mendukung ekonomi syariah di Indonesia adalah penyediaan layanan syariah LinkAja sebagai sistem pembayaran digital berbasis syariah.

"Prinsipnya kami siap mendukung semua pesantren, siap berkolaborasi dalam program Pesantren Go Digital guna mendukung visi pemerintah Indonesia menjadikan Indonesia sebagai kiblat ekonomi syariah dunia pada tahun 2024," kata pendiri startup Bukalapak ini.

Salah satu untuk mencapai target tersebut, Telkom menghadirkan seminar nasional Sinergi dan Kolaborasi Program Mendukung Inklusi Keuangan Bagi Pesantren di Pekalongan, Jawa Tengah.

Pada kegiatan tersebut, kedua targetan tersebut dilakukan dengan mendukung program Ureka Mart serta melakukan piloting Kartu Santri di Koperasi Umat Rejaning Karyo Jamaah (Ureka) di bawah bimbingan ulama kharismatik asal Jateng, Habib Lutfie bin Yahya.

Dalam acara tersebut dilakukan sinergi inklusi keuangan berupa penyerahan bantuan ke Koperasi Ureka, berupa pembangunan lima unit Urekamart dan pembiayaan usaha pesantren oleh Bank Mandiri, penyerahan program kemitraan UMKM oleh Pertamina, penyerahan program bina lingkungan oleh Jamkrindo, penandatanganan MoU oleh Pegadaian, dan penyerahan simbolis implementasi Pesantren Go Digital oleh Telkom.

Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan, BUMN berkomitmen bahu-membahu menjadi energi yang menggerakkan literasi dan inklusi keuangan dan digital khususnya di lingkungan pesantren.



Simak Video "Rekam Jejak Abdee 'Slank': Musisi hingga Komisaris Telkom"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)