Berkolaborasi dengan Motorola
Esia Targetkan 1,3 Juta Pelanggan
- detikInet
Jakarta -
PT Bakrie Telecom menggelar program bundling nomor Esia dengan ponsel CDMA keluaran Motorola. Program ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah pelanggan Esia, hingga 1,3 juta di akhir 2006.Bakrie Telecom memang mengandalkan program bundling sebagai salah satu cara untuk menambah pelanggan. "Untuk CDMA, bundling merupakan salah satu kunci untuk pertumbuhan pelanggan," kata Charles Sitorus, Senior Vice President Retail Sales PT Bakrie Telecom, di Jakarta, Selasa (14/3/2006). "Ketersediaan handset CDMA tidak sebanyak GSM, jadi kita memudahkan pengguna dalam mencari handset," imbuhnya. Program bundling kali ini menautkan produk Esia di ponsel CDMA Motorola W150, yang merupakan produk entry level. Ponsel tersebut terbilang langka, karena selain di Indonesia, produk tersebut baru masuk ke Bangladesh. Ponsel yang dilengkapi RUIM tersebut, memiliki layar hitam putih, ringtone monophonic, dengan antarmuka bahasa yang tersedia adalah Inggris dan Indonesia. Ponsel dengan berat 85 gram tersebut, dibundel dengan starter pack Esia. Paket tersebut ditawarkan dengan harga Rp 579.000. Berlangsung selama tiga bulan, mulai 15 Maret 2006 sampai 15 Juni 2006.Sebelumnya, program bundling juga dilakukan dengan Nexian, dan berhasil menambah 15 ribu pelanggan baru. Program tersebut diminati, bahkan sempat sampai mengalami kekurangan stok ponsel, karena adanya lonjakan peminat. Untuk program bundling kali ini, baik Esia maupun Motorola mengaku sudah menyiapkan produk dalam jumlah cukup, sehingga dijamin tidak terjadi kehabisan stok produk.Esia yang saat ini beroperasi di Jakarta dan Bandung, baru memiliki sekitar 509.758 pelanggan. Hingga akhir tahun ini, Charles mengatakan, perusahaan menargetkan perluasan layanan di seluruh Jawa Barat, dan kota-kota besar di luar Jawa Barat dan Jakarta. Sementara dari sisi jumlah pelanggan, target yang ingin dicapai adalah 1,3 juta pelanggan hingga akhir tahun 2006."Kita ingin meningkatkan teledensitas telekomunikasi, seperti juga yang ditargetkan pemerintah. Untuk itu, kita ingin menekan entry barrier handset," kata Charles. (nks)
(ketepi/)