Pemerintah Siap Hanguskan Nomor Prabayar
- detikInet
Jakarta -
Jika masih ada nomor prabayar yang belum terdaftar melebihi tenggat yang diberikan, pemerintah mengaku tak takut untuk menghanguskannya. Buruan daftar! Sikap pemerintah itu disampaikan Sofyan Djalil, Menteri Komunikasi dan Informatika, seusai membuka IndoWireless Exhibition di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (14/03/2006). "Siapa takut?" jawab Sofyan saat ditanya apakah pemerintah akan menghanguskan nomor yang belum terdaftar.Data dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel) menyebutkan, saat ini baru 34,36 persen pemilik kartu prabayar yang mendaftar. Ditjen Postel menyebut kondisi ini sebagai situasi yang cukup kritis, apalagi tenggat waktu (28 April 2006-red) sudah semakin dekat. Oleh karena itu Sofyan mendesak agar operator segera mempercepat proses registrasinya. "Ini makanya harus dipercepat. Nggak ada alasan untuk meminta mundur. Batas akhir registrasi tetap 28 April," Sofyan menambahkan.Dalam situs resmi Ditjen Postel, Senin (13/3/2006), disebutkan registrasi prabayar baru dilakukan oleh 17.295.251 pelanggan. Total pengguna prabayar dari seluruh operator adalah 50.339.350 pelanggan. Rincian jumlah pendaftar per operator adalah sebagai berikut: 8.242.000 pelanggan dari PT. Telkomsel, 4.844.000 pelanggan dari PT. Indosat, 2.976.816 pelanggan dari PT. Excelcomindo, 263.675 pelanggan dari PT. Mobile-8, 732.270 pelanggan dari PT. Telkom, 224.539 pelanggan dari PT. Bakrie Telecom, 7.793 pelanggan dari PT. Sampoerna dan 4.158 pelanggan dari PT. Natrindo. Pemilik kartu prabayar bisa melakukan pendaftaran melalui pesan singkat (SMS) ke 4444 atau melalui kantor layanan konsumen masing-masing operator. Selain itu kebanyakan operator juga menyediakan fasilitas registrasi di situs masing-masing. (wsh)
(wicak/)