Usai Telkomsel Suntik Dana ke Gojek, Pelanggan Dapat Apa?

Usai Telkomsel Suntik Dana ke Gojek, Pelanggan Dapat Apa?

Yudistira Imandiar - detikInet
Jumat, 21 Mei 2021 14:02 WIB
Telkomsel kembali menggelontorkan pendanaan ke kantong Gojek dengan jumlah besar. Secara total operator seluler ini menanam investasi sebanyak USD 450 juta atau setara Rp 6,3 triliun ke Gojek.
Foto: Telkomsel
Jakarta -

Investasi Telkomsel senilai total US$ 450 juta ke Gojek dinilai sebagai yang tepat. Sebab, pembelian saham sebelum Gojek merger dengan Tokopedia dan memulai IPO, akan memberikan keuntungan finansial bagi Telkomsel.

Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira menjelaskan, saat perusahaan memulai IPO maka valuasi sahamnya berpotensi meningkat. Dari situ, investor dapat meraup keuntungan berupa capital gain saat melepas saham yang dimiliki usai IPO.

Selain itu, ulas Bhima, merger Gojek dengan Tokopedia menjadi GoTo juga berimbas positif bagi Telkomsel. Valuasi Gojek meningkat berkali-kali lipat setelah digabungkan dengan valuasi Tokopedia.

"Biasanya perusahaan itu menyuntik startup sebelum IPO untuk mendapatkan harga saham yang meningkat. Kemudian didorong (Gojek) melakukan merger dengan tokped sehingga saham Gojek valuasinya mengalami kenaikan yang luar biasa, sehingga nanti kalau IPO nilainya lebih besar lagi," jelas Bhima.

"Di situlah investor baik Telkomsel maupun investor lainnya bisa mendapatkan keuntungan berupa capital gain. Jadi pas beli harga berapa pas dilepas ke pasar publik itu berapa," papar Bhima.

Setelah merger Gojek dan Tokopedia terjadi, maka Telkomsel memiliki peluang untuk menggarap lebih dari 11 juta pelaku usaha, baik skala UMKM maupun grup usaha besar yang sudah masuk ekosistem bisnis itu. Ekosistem Gojek dan Tokopedia juga akan memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif tiap bulannya. Sayap Tokopedia yang sudah menjangkau hampir 99 persen kecamatan di Indonesia juga bisa dimanfaatkan oleh Telkomsel.

Investasi di Gojek diyakini bakal menguntungkan bagi Telkomsel maupun Telkom sebagai induk perusahaan. Di sisi lain, menurut Bhima, pelanggan Telkomsel juga menikmati keuntungan dari adanya integrasi layanan dari kedua perusahaan.

Bhima mengatakan, sangat memungkinkan bagi Telkomsel membuat paket bundling untuk mengakses aplikasi Gojek atau bahkan GoTo. Selain itu, Telkomsel juga dapat memfasilitasi para driver atau mitra merchant Gojek untuk menikmati infrastruktur telekomunikasi yang mereka miliki.

"Bisa juga ditawarkan bundling bagi pengguna GoTo dengan menggunakan Telkomsel, ini akan sejalan dengan peningkatan konsumsi data. (Untuk) Jangka panjang Telkomsel juga bisa menginvestasikan teknologi seperti 5G kemudian menginvestasikan infrastruktur internet di tempat-tempat yang akses internetnya belom bagus, kemudian data centre dan supporting untuk aplikasi digital, jadi saling menguntungkan di situ," urai Bhima.

Hal senada diungkapkan pengamat telekomunikasi dari IndoTelko, Doni Ismanto. Menurutnya, Telkomsel bisa memberikan manfaat lebih bagi penggunanya dalam hal layanan-layanan yang terintegrasi dengan Gojek.

"Kalau saya lihat harusnya sudah mulai ada bundling layanan Gojek dan layanan Telkomsel sejenis, harusnya sudah dipikirkan sudah mulai ada. Tapi pasti arahnya ke situ juga, harus end user yang dimanjakan. Boleh GoPlay atau ke Tokopedia, jadi bonus yang ditawarkan telkomsel itu yang benar-benar diperlukan pelanggan," cetus Doni.



Simak Video "Gojek Dapat Suntikan Rp 4,3 T dari Telkomsel, Bakal Dipakai Buat Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)