Telkomsel Kucurkan Rp 6,3 Triliun, Mitra Gojek Kecipratan Untung

Telkomsel Kucurkan Rp 6,3 Triliun, Mitra Gojek Kecipratan Untung

Yudistira Imandiar - detikInet
Selasa, 18 Mei 2021 18:30 WIB
Telkomsel kembali menggelontorkan pendanaan ke kantong Gojek dengan jumlah besar. Secara total operator seluler ini menanam investasi sebanyak USD 450 juta atau setara Rp 6,3 triliun ke Gojek.
Foto: Telkomsel
Jakarta -

Telkomsel mengucurkan investasi senilai US$ 450 juta atau setara Rp 6,3 triliun ke Gojek, melalui dua putaran pendanaan. Masuknya investasi Telkomsel ke Gojek dipandang bakal menguntungkan para mitra Gojek.

Chief Digital Startup, E-Commerce & Fintech (DEF) Sharing Vision Nur Islami Javad meyakini investasi Telkomsel di Gojek akan turut menguntungkan para mitra. Pria yang akrab disapa Jeff ini menjelaskan, kedua perusahaan memiliki ruang untuk mengintegrasikan layanan.

"Pasti ada kemudahan misalkan untuk driver yang pakai Telkomsel atau ada promo-promo khusus. Driver Gojek kan ada 1 juta lebih kalau banyak promo dari Telkomsel kan driver senang. Pasti akan membuka keuntungan bagi pengguna Gojek dan Telkomsel," kata Jeff saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, sinergi antara Telkomsel dan Gojek melahirkan beberapa program yang ditujukan untuk para mitra driver dan merchant Gojek. Program tersebut di antaranya mitra UMKM Gojek diberikan kemudahan menjadi reseller Telkomsel via aplikasi DigiPOS Aja!.

Berikutnya, Telkomsel memberikan paket data khusus untuk mitra driver Gojek bernama Paket Swadaya. Selanjutnya, ada lebih dari 20 ribu mitra outlet/reseller Telkomsel yang masuk ke layanan GoShop di aplikasi Gojek.

Menurut Jeff, Gojek dan Telkomsel juga dapat bekerja sama menghasilkan program-program yang bertujuan pada peningkatan layanan bagi konsumen. Terlebih bagi Gojek, mereka memiliki tambahan dana untuk melakukan ekspansi bisnis atau memperkuat layanan yang sudah ada.

Keuntungan untuk Telkomsel

Telkomsel menyuntikkan investasi putaran keduanya beberapa hari saja sebelum merger Gojek-Tokopedia diumumkan. Hal ini dinilai Jeff sebagai keputusan yang tepat. Sebab, saat kedua decacorn tersebut telah bergabung, maka valuasinya akan melonjak dan tentunya menguntungkan bagi investor.

Selain itu, Gojek juga semakin dekat dengan IPO. Ketika meluncur ke publik, nilai saham Gojek diperkirakan bisa naik signifikan.

"Ketika nanti (Gojek) IPO tentu saja mereka (Telkomsel) sudah masuk duluan. Memang ini menarik, jadi sebaiknya yang punya dana triliunan sebaiknya masuk sebelum IPO. Karena kalau sudah IPO pasti nanti nilainya naik," jelas Jeff.

Hal senada diungkapkan Senior Analis PT MNC Sekuritas Victoria Venny. Ia menilai Telkomsel melakukan manuver yang tepat dengan berinvestasi di perusahaan digital, ketika ekonomi digital terus bertumbuh.

Selain potensi ekonomi digital yang terus merangkak naik, valuasi dari Gojek juga diyakini bakal terus tumbuh. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi Telkomsel yang berani berinvestasi di Gojek.

"Jika kita melihat rekam jejak perusahaan digital seperti Gojek dan Tokopedia, mereka belum 10 tahun saja valuasinya sudah melebih market cap dari Telkom. Kalau Telkomsel hanya berinvestasi di infrastruktur telekomunikasi saja maka mereka tak akan bisa berkompetisi. Itu yang menjadi pertimbangan Telkomsel berinvestasi di perusahaan digital," papar Venny.

(akn/fay)