Demi Piala Dunia 2006, TI Ngebut
- detikInet
Jakarta -
Gelaran Piala Dunia 2006 di Jerman akan digelar pada bulan Juni. FIFA hanya punya waktu kurang dari sebulan untuk menerapkan sistem TI-nya. Kebut! FIFA hanya punya kurang dari satu bulan untuk instalasi sistem teknologi informasi (TI) di stadion-stadion tuan rumah Piala Dunia 2006. Ini dampak kompetisi liga utama Jerman, Bundesliga, yang ngaret. Demikian ujar Doug Gardner, Marketing Director Avaya untuk Piala Dunia. "Bundesliga selesainya terlambat menjadi tantangan bagi kami. Saya inginnya ada waktu ekstra satu bulan atau enam minggu sebelum itu," ujarnya kepada Silicon.com yang dikutip detikINET, Minggu (12/03/2006). Meski demikian, Gardner yakin jaringan TI yang dibutuhkan akan selesai pada waktunya. Avaya, sebagai suplier utama TI Piala Dunia 2006, harus membangun sistemnya di laboratorium di Frankfurt, Jerman, sebelum memasangnya di setiap stadion. Selama Maret dan April, Avaya akan melakukan uji coba sepenuhnya terhadap sistem tersebut. Ini termasuk uji penetrasi untuk menjamin tak ada gangguan penyusup atau virus. Nantinya, saat instalasi, sistem TI akan ditempatkan dalam beberapa lokasi strategis di sekitar setiap stadion. Tujuannya, agar bencana kebakaran atau insiden lain tak menggagalkan sistem tersebut. Gardner mengakui, pada Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang sempat ada serangan cyber ke sistem TI Piala Dunia. Hal itu terjadi sebelum partai pembukaan. Namun, lanjut Gardner, yang lebih mengkhawatirkan adalah virus yang tak sengaja dibawa pengguna saat terhubung ke sistem tersebut. Fifa pun meminta ketersediaan jaringan 99,99 persen selama Piala Dunia 2006 digelar. "Seluruh dunia memandangi. Tak ada ruang untuk eror," ujar Gardner. (wsh)
(wicak/)