Trifecta Bisnis Digital dan Suntikan Rp 6,3 T Telkomsel ke Gojek

Trifecta Bisnis Digital dan Suntikan Rp 6,3 T Telkomsel ke Gojek

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 11 Mei 2021 21:06 WIB
Telkomsel kembali menggelontorkan pendanaan ke kantong Gojek dengan jumlah besar. Secara total operator seluler ini menanam investasi sebanyak USD 450 juta atau setara Rp 6,3 triliun ke Gojek.
Foto: Telkomsel
Jakarta -

Sudah dua kali Telkomsel suntik Gojek dengan total mencapai USD 450 juta atau setara Rp 6,3 triliun. Investasi yang tepat atau keliru?

Sepanjang 2020, Telkomsel meraup pendapatan Rp 87,1 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 91 triliun. Namun di periode ini, Telkomsel justru makin tancap gas dengan menggelontorkan dana segar ke kantong Gojek.

Telkom sebagai induk perusahaan Telkomsel pada dasarnya mendukung langkah tersebut sebagai bentuk mempercepat transformasi digital perusahaan.

"Telkom menyakini aksi korporasi ini sudah melalui pertimbangan yang matang pada prinsip kehati-hatian untuk memastikan keuntungan bersama bagi kedua belah pihak," ujar Vice President Corporate Communication Telkom Pujo Pramono kepada detikINET, Selasa (11/5/2021).

Adapun investasi ini merupakan kelanjutan yang merupakan upaya lanjutan untuk mendorong integrasi ekosistem antara Gojek dan Telkomsel untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan mitra.

"Serta menghadirkan lebih banyak solusi yang mampu mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia," ucapnya.

Sebagai informasi, Telkomsel menanam investasi sebanyak USD 450 juta atau setara Rp 6,3 triliun ke Gojek (kurs USD 1 = Rp 14.145) dalam kurun waktu setahun ini.

Pendanaan pertama Telkomsel ke Gojek, yaitu pada November 2020 lalu, dengan mengguyur USD 150 juta. Kini investasi tersebut bertambah sebanyak USD 300 juta.

Geber Transformasi Digital

Pandemi virus Corona (COVID-19) yang terjadi saat ini dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi digital masyarakat.

"Sekaligus menjadi tantangan serta peluang bagi Telkom Group karena transformasi digital membutuhkan digital connectivity yang andal, digital platform yang mumpuni serta digital services yang beragam dan sesuai kebutuhan," ungkapnya.

Saat ini, disampaikan Pujo, Telkomsel tengah memperkuat trifecta bisnis digital perusahaan, yaitu Digital Connectivity, Digital Platform dan Digital Services.

"Telkomsel terus melakukan pengembangan berkelanjutan yang melampaui kemampuan konektivitas, dengan terus mengembangkan industri digital di Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Gojek Dapat Suntikan Rp 4,3 T dari Telkomsel, Bakal Dipakai Buat Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)