Aneka Langkah Terkini Indonesia Menuju 5G

Round Up

Aneka Langkah Terkini Indonesia Menuju 5G

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 09 Mei 2021 17:19 WIB
Ilustrasi 5G
Ilustrasi 5G (Foto: Huawei)
Jakarta -

Usai pemerintah mengumumkan pemenang lelang frekuensi 2,3 GHz, publik banyak bertanya soal 5G. Penjelasan final pemerintah adalah menuntaskan 4G sambil menyiapkan 5G.

Sepanjang pekan ini, ada banyak perkembangan baru seputar nasib jaringan 5G di Indonesia. Hasil lelang frekuensi 2,3 GHz sudah diumumkan oleh pemerintah dengan Telkomsel dan Smartfren tampil sebagai pemenang dari blok yang disediakan.

Untuk menguasai spektrum tersebut, Telkomsel merogoh kocek sebesar Rp 353,8 miliar, sedangkan Smartfren Rp 176,5 miliar. Telkom mendapatkan dua blok kosong yang masing-masing punya lebar pita 10 MHz atau secara keseluruhan sebanyak 20 MHz. Sedangkan, Smartfren meraih lebar pita 10 MHz.

Publik pun berharap banyak jaringan 5G akan digelar. Karena harapan tinggi ini, pemerintah pun memberi tanggapannya seperti dihimpun detikINET, Minggu (9/5/2021).

1. Frekuensi 2,3 GHZ bukan cuma untuk 5G

Menkominfo Johnny G Plate dalam pernyataan resminya, Kamis (29/4) meluruskan bahwa lelang frekuensi 2,3 GHz ini bukan hanya ditujukan pada pengembangan 5G. Spektrum frekuensi utama untuk 5G tidak saja di 2,3 GHz.

"Jangan sampai salah, nanti dunia dan para ahli mentertawakan Indonesia seolah-olah 2,3 GHz atau 2.300 MHz ini hanya untuk 5G. Mohon maaf, nanti dunia mentertawakan kita karena kekhilafan dan kekeliruan komunikasi karena spektrum frekuensi utama untuk 5G tidak saja di 2,3 GHz, tetapi di sisi yang lainnya pun. Jadi, semua level mencakup lower band, coverage band, dan high band, serta ultrahigh band. Ini harus jelas," kata dia.

2. Prioritas 4G dan persiapan 5G di tahap awal

Menkominfo Johnny G Plate menegaskan bahwa pengembangan jaringan 5G di Indonesia masih tahap awal. Pemerintah fokus menggelar 4G sampai 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau sampai saat ini.

Meskipun demikian, pada saat bersamaan Pemerintah juga tengah mempersiapkan deployment jaringan telekomunikasi 5G agar ekosistem lebih siap. Beberapa uji coba 5G sudah sukses dilakukan.

"Betul, kita saat ini harus mempersiapkan deployment 5G, tetapi di saat bersamaan fokus kita adalah dalam rangka meningkatkan internet link ratio dan memperkecil disparitas internet antarwilayah di seluruh wilayah negara kita melalui deployment 4G secara masif untuk masyarakat," kata Johnny.

3. Arahan Presiden Jokowi Soal 5G

Pada Kamis (6/5) Presiden Jokowi melalui Sekretariat Kabinet memberikan arahan soal masa depan 5G di Indonesia. Jokowi tidak mau Indonesia hanya jadi pengguna, tapi jadi pakar digital dan punya SDM yang bisa mengembangkan 5G untuk mendorong ekonomi.

Presiden Jokowi minta Indonesia hati-hati hadapi era 5G, agar tidak menjadi pasar saja, tapi bisa menjadi bagian dari perkembangan teknologi seluler generasi kelima itu. Fintech, healthtech, telemedicine, artificial intelligence, edutech adalah bidang-bidang baru dari ruang inovasi masa depan di Indonesia yang disebut oleh Jokowi.

"Kita harus mampu mencetak smart digital specialist, mencetak para teknolog yang andal, yang mampu bersaing, yang kompetitif, dan harus mengembangkan smart digitalpreneur yang mengembangkan kewirausahaan dan membuka lapangan kerja di dalam negeri," kata Jokowi.

4. Road map 5G menurut Menkominfo

Menkominfo Johnny G Plate pada Jumat (7/5) mengatakan arahan Jokowi soal 5G sudah selaras dengan arah kebijakan Kominfo. Kominfo saat ini sedang merumuskan peta jalan alias roadmap implementasi 5G yang bersifat komprehensif, mencakup aspek ekosistem dan infrastruktur.

"Kominfo mendorong tumbuhnya platform-platform aplikasi dan konten lokal yang siap bersaing di era 5G menjadi pemain aktif setidaknya di pasar Indonesia sendiri," kata Johnny.

Road map itu adalah:

  1. Penyiapan spektrum frekuensi, infrastruktur aktif dan infrastruktur pasif yang memadai untuk penggelaran 5G.
  2. Peningkatan level Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) perangkat 5G.


Simak Video "Kominfo Batal Lelang Frekuensi untuk 5G, Ini Respons Smartfren"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/hps)