Haus Internet, Warga Kuba Mogok Makan
- detikInet
Jakarta -
Karena kebijakannya membatasi akses internet, Pemerintah Kuba berhadapan dengan warga yang ngambek dan mogok makan karena haus internet. Separah itukah?Warga tersebut adalah Guillermo Farinas (41), seorang psikolog asal Kuba. Ia menjalani mogok makan sebagai aksi protes ke pemerintah Kuba. Lewat aksinya, Farinas berupaya menekan otoritas komunis agar menghargai kebebasan haknya untuk mendapatkan informasi dengan memberinya akses ke internet yang selama ini dibatasi oleh pemerintah Kuba.Saat ini, layanan internet setempat hanya menawarkan akses e-mail dan akses ke situs lokal Kuba saja. Situs luar secara rutin 'dihadang' oleh server pemerintah Kuba.Aksi mogok makan ini dijalani Farinas sejak 31 Januari silam. Setelah tidak makan selama 36 hari, Farinas menolak untuk mengonsumsi obat dan keadaannya sekarang kritis. Ia telah diungsikan ke rumah sakit di kawasan asalnya, Santa Clara yang terletak di tengah kota Kuba."Aksi mogok makan tetap berjalan. Kini ia telah diisolasi dan ditangani dalam perawatan khusus," Niurbis Diaz, reporter independen yang bekerja dengan Farinas menjelaskan. "Ia menolak obat-obatan dan suntikan," imbuhnya. Demikian diberitakan Reuters yang dikutip detikINET, Kamis (09/03/2006).Seperti halnya negara Cina, Kuba membatasi akses internet warganya. Akses langsung ke dunia maya alias World Wide Web hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang disetujui oleh pemerintah. Ini menyebabkan perdagangan password juga marak di pasar gelap.Presiden Kuba Fidel Castro menjelaskan bahwa pembatasan akses internet dilakukan karena bandwith yang tersedia di Kuba juga sangat terbatas. Pemerintahan Kuba menyalahkan Amerika Serikat yang memberi sanksi ekonomi sehingga Kuba dilarang terhubung lewat jalur serat optik bawah laut. Kuba saat ini hanya menggunakan koneksi satelit. Aksi mogok Farinas ini memancing reaksi kalangan oposisi Kuba. "Kami menyerukan agar pihak berwajib menghargai haknya, menyetujui petisinya dan tanggap demi menyelamatkan jiwanya," Oswaldo Paya, aktivis lainnya, mengimbau. Paya pun meminta Farinas menghentikan aksinya. (amz)
(wicak/)