'Wimax Bukan Pembunuh 3G'
- detikInet
Jakarta -
Konon, salah satu penghambat uji coba Wimax di Indonesia adalah kekhawatiran teknologi itu akan 'membunuh' 3G. Padahal, 3G baru saja selesai dilelang. Menurut Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia, banyak pihak yang masih takut bahwa kehadiran teknologi Wimax akan 'membunuh' 3G yang belum berjalan itu. Bagaimana tidak, Intel sendiri berencana merilis chip Wimax untuk ponsel pada 2007 mendatang.Pemerintah memang baru saja menggelar lelang frekuensi yang akan digunakan untuk telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G). Operator penyedia layanan 3G pun belum ada yang beroperasi. Jika Wimax mampu menawarkan hal yang sama dengan 3G, bisa-bisa 3G 'mati'. Kekhawatiran bahwa Wimax akan membuat 3G 'layu sebelum berkembang' itu dibantah Budi. "Wimax bukan pembunuh 3G, segmentasinya berbeda. Justru Wimax bukan sebagai pesaing, tapi saling menguatkan," kata Budi kepada detikINET saat Mega Computer Bazaar di Jakarta Convention Center, Rabu (08/03/2006).Menurutnya, ada tiga segmentasi yang bisa dimasuki oleh Wimax, yaitu fixed wireless, mobile wireless, dan portability. Jadi, menurutnya, persaingan langsung dengan 3G hanya di area fixed wireless saja. "Kalau di mobile, ya tetap 3G pemain utamanya," imbuhnya.Portability sendiri menurutnya merupakan perpanjangan dari teknologi internet nirkabel (Wi-Fi) yang biasa digunakan di gedung. Nantinya dengan adanya Wimax, bisa tercipta roaming lokal di gedung tempat para pengguna biasa terhubung ke internet, dengan gedung lain (yang juga terhubung Wimax) yang para pengguna inginkan.Teknologi Wi-Fi sendiri diperkirakan hanya sanggup menggapai pengguna dengan jarak terbatas 30 meter. Sedangkan Wimax yang disebut juga sebagai teknologi last mile bisa menggapai hingga 50 kilometer. (rou/wsh)
(wicak/)