Banyak Dikeluhkan, IndiHome Bantah Tumbang

Banyak Dikeluhkan, IndiHome Bantah Tumbang

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 08 Apr 2021 19:09 WIB
Logo Telkom
(Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Telkom membantah layanan IndiHome tumbang. Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan netizen terkait IndiHome atau Google yang down.

"Monitoring kami pagi tadi memang ada peningkatan keluhan terkait akses internet ke beberapa content global dan setelah kami cek dan pastikan tidak ada masalah akses konektivitas Telkom Group, baik domestik maupun internasional tidak mengalami kendala dan berjalan normal," ujar SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza kepada detikINET, Kamis (8/4/2021).

Reza menambahkan bahwa Telkom juga koordinasi kembali dengan pihak mitra konten global untuk mengetahui kemungkinan adanya penurunan kualitas layanan dari pihak mitra konten global tersebut.

"Layanan masih terpantau normal seperti biasa. Namun kemungkinan terjadi gangguan dari sisi mitra content global, di mana Telkom Group menjadi salah satu pihak yang terdampak," ungkapnya.

Reza mengatakan gangguan yang terjadi ini tidak hanya dirasakan di Indonesia, tapi hingga negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

"Kami sadar pelanggan kami relatif banyak senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan," ucapnya.

Sebelumnya, Google membantah sistemnya lumpuh yang menyebabkan sejumlah platformnya tidak bisa diakses pada Kamis ini. Perusahaan teknologi yang bermarkas di Mountain View, Amerika Serikat, mengklaim sistemnya bekerja normal.

Melalui keterangan tertulis (8/4/2021), Google menjelaskan bahwa untuk mengetahui status lumpuhnya sistem Google dapat mengunjungi dasbor resmi Google https://www.google.com/appsstatus#hl=en&v=status dan bukan berdasarkan situs Down Detector.

Berdasarkan pantauan, Kamis (8/4) pukul 15.36 WIB, di dasbor milik Google tertera seluruh platformnya muncul warna hijau, yang berarti tidak ada kelumpuhan pada seluruh layanannya.

Dalam dasbor itu juga tertera riwayat deteksi kelumpuhan sistem yang dapat dilihat beberapa hari ke belakang. Namun dasbor menunjukkan ada masalah pada 19 Februari 2021, yaitu pada layanan Google Analytics.

Hal itu ditandai dengan tanda berwarna oranye, yang artinya layanan terjadi disrupsi.

(agt/fay)