Sebelum Merger, Smartfren Upgrade Jumlah Pelanggan dan Jaringan

Sebelum Merger, Smartfren Upgrade Jumlah Pelanggan dan Jaringan

Moch Prima Fauzi - detikInet
Kamis, 08 Apr 2021 17:33 WIB
Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim
Foto: (Adi Fida Rahman/detikcom)
Jakarta -

Hingga saat ini kabar merger dari operator Smartfren masih belum ada titik terang. Belum ada operator yang akan dilebur bersamanya. Namun sebelum realisasi itu terjadi, Smartfren terlebih dahulu sedang berusaha meningkatkan basis pengguna dan juga jaringannya.

"Kita masih mempersiapkan supaya layak meminang dan dipinang. Jadi mesti digemukkan dulu yang kurang gemuk," kata CEO Deputi Smartfren Djoko Tata Ibrahim saat dihubungi belum lama ini.

Menurut Djoko merger perusahaan ibarat menemukan jodoh. Posisi Smartfren saat ini tidak dibilang aktif mencari partner merger maupun menunggu 'jodoh' tersebut datang.

"Kami ini kan jodoh-jodohan, pemain kan yang 2 sudah ketemu jodoh, yang satu sudah darah biru yang tidak terjamah, sudah antarnegara jadi tinggal satu. Ya lirik-lirikan boleh tapi kita enggak dibilang pasif enggak dibilang aktif, tunggu waktu lah," kata dia.

Djoko mengatakan saat ini jumlah pelanggan Smartfren sebanyak 28 juta. Selama tiga tahun terakhir basis pengguna Smartfren terus bertumbuh. Bahkan pada dua tahun pertama pertumbuhannya sebesar 100%. Namun pertumbuhannya mengalami penurunan selama pandemi tahun lalu.

"Tahun lalu juga meskipun COVID-19 kita masih meningkat jumlah pelanggannya walaupun tidak sebesar 2 tahun sebelumnya. (Selama) pandemi masih 15%, tahun sebelumnya masih 100% terus," kata Djoko.

Di sisi jaringan Smartfren juga masih getol memperluas jangkauannya. Djoko mengatakan saat ini pihaknya memiliki 20 ribu tower base transceiver station (BTS). Dari sisi penambahan BTS, tahun ini Smartfren sudah menambah ribuan tower.

"Ada (penambahan BTS) tahap pertama sekitar 3.000 tower tahun ini," lanjut dia.

Sayangnya Djoko tak merinci daerah mana saja yang mendapatkan perluasan jaringan tersebut. Ia hanya mengatakan penambahan BTS disebar ke daerah yang perlu mendapatkan penambahan.

Smartfren juga masih belum mampu merambah daerah Papua. Djoko mengatakan untuk penambahan di daerah tersebut pihaknya berencana melakukan kerja sama dengan Bakti.

"Itu (jaringan di Papua) nanti kita kerja sama sama Bakti saja (kalau) itu," pungkas Djoko.

Demi menambah jumlah pelanggannya Smartfren juga terus menghadirkan beragam promo baik berupa kuota unlimited dan hadiah bagi pelanggan.



Simak Video "Berapa Kira-kira Harga Paket Internet 5G? Ini Jawaban Smartfren"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fay)