Demi Usaha Tokcer, XL Axiata Siap Kuasai Lelang Frekuensi 2,3 GHz

Demi Usaha Tokcer, XL Axiata Siap Kuasai Lelang Frekuensi 2,3 GHz

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 19 Mar 2021 13:00 WIB
Teknisi XL Axiata memeriksa perangkat BTS di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Senin (10/2/2020). XL Axiata Tbk berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 25,15 trilliun atau meningkat sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15 persen YoY, dan pertumbuhan pendapatan tersebut melampui pendapatan rata-rata industri.
(Foto: Rachman Haryanto/detik.com)
Jakarta -

Meski sempat gagal di lelang frekuensi 2,3 GHz yang dibatalkan beberapa waktu lalu, XL Axiata menyatakan diri untuk ikut lelang frekuensi 2,3 GHz. Bahkan, mereka ingin menguasai jumlah blok kosong yang dilelang tersebut.

Senin lalu (15/3) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan membuka kembali lelang frekuensi 2,3 GHz. Di spektrum ini, setidaknya ada tiga blok kosong di rentang 2.360-2.390 MHz dengan masing-masing lebar pita 10 MHz yang bisa diperebutkan para operator seluler.

Berbeda dengan lelang frekuensi 2,3 GHz tahun 2020 yang hanya bisa mendapatkan satu operator seluler satu blok, maka lelang frekuensi kali ini operator seluler memungkinkan menguasai 2-3 blok kosong bekas Bolt dan Jasnita itu.

"Kalau dilihat frekuensi 2,3 GHz itu kita tertarik, paling tidak (ingin mendapatkan-red) 20 MHz, karena investasinya kita kalkulasikan dulu. Kalau 10 MHz itu terlalu kecil," ungkap Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata Marwan O. Baasir, Kamis (18/3/2021).

Lebih lanjut, disampaikan Marwan, sejauh ini XL Axiata masih menggodok dokumen seleksi lelang frekuensi 2,3 GHz yang diambilnya pada Rabu kemarin (17/3).

Marwan mengibaratkan bahwa frekuensi tersebut sebagai lahan, di mana saat ada orang melakukan usaha dengan menggelar lapak, maka dibutuhkan lahan untuk menjalankan usaha tersebut.

"Frekuensi itu bagaikan lahan berusaha. Jadi, kalau orang membangun lapak itu harus ada lahannya. Kalau nggak ikut menambah lahannya, gimana mau berusaha. Untuk sesuatu yang kita lihat, lelang frekuensi itu kita pasti mempertimbangkan betul. Kalau nggak ikut itu, berpikir keras selanjutnya apa," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kominfo mengumumkan pembukaan lelang frekuensi 2,3 GHz di rentang 2360-2390 MHz. Disebutkan bahwa ini untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2021.

Dasar hukumnya adalah Pasal 11 Permen Kominfo No 9/2018 dan Kepmen Kominfo No 72/2021. Intinya bahwa keperluan penyelenggaraan jaringan tersebut melalui proses seleksi.

Tujuan seleksi ini adalah untuk mengoptimalkan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) khususnya dari Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum frekuensi radio. Selain itu, tujuan strategisnya adalah mendorong 4G dan 5G.



Simak Video "Kominfo Batal Lelang Frekuensi untuk 5G, Ini Respons Smartfren"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)