Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Insentif 3G Didesain Sejak Awal

Insentif 3G Didesain Sejak Awal


- detikInet

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (menkominfo) mengatakan akan memberi 5MHz frekuensi 3G kepada industri tanpa lelang. Meski mengatakan itu masih wacana, tapi dia juga bilang itu sudah didesain sejak awal. Lho?"Sebenarnya itu sudah didesain sejak awal. Cuma dalam rangka tender, kita tidak men-disclose secara utuh karena akan mempengaruhi harga," kata Menkominfo Sofyan Djalil saat ditanya wartawan di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (22/2/2006).Rencana pemberian insentif frekuensi 3G sebesar 5MHz tanpa tender kepada operator pemenang tender, pernah dilontarkan Sofyan Djalil dalam kesempatan berbeda. Saat itu dikatakan, pemerintah berpotensi mendapat pemasukan cukup besar dari tender 3G. Oleh karena itu, kata Sofyan, pemerintah menilai perlu memberi insentif agar lebih memajukan industri. Blok frekuensi sebesar 5Mhz yang didapat masing-masing operator saat tender, dinilai tidak mencukupi untuk mengembangkan layanan 3G yang paling tidak membutuhkan frekuensi sebesar 10MHz."Kita akan melihat kalau treatment-nya equal. Kalau kita lihat tender 3G waktu itu luar biasa sukses, sehingga harga yang terbentuk merupakan angka tertinggi dari proses lelang dalam waktu lima sampai sepuluh tahun terakhir. Oleh sebab itu, saya ingin industri itu tumbuh. Maka kita perlu memberi insentif dengan memberikan 5MHz itu," kata Sofyan.Namun meski ada pemberian insentif tanpa melalui proses tender, Sofyan menekankan, bukan berarti kita tidak mengenakan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi. "Yang tidak perlu mereka bayar adalah up front fee. Tapi itu baru sekedar wacana," ujarnya.Saat ditanya apakah pemberian insentif tanpa melalui tender itu menyalahi peraturan menteri? Sofyan menjawab bahwa kebijakannya bisa diubah. "Permen itu kan policy, Kalau policy itu kita anggap karena perkembangan industri, karena perkembangan teknologi, karena pick up pasar terhadap pasar 3G, itu kebijakan bisa diubah," paparnya."Katakanlah dalam 10 tahun ke depan kita akan dapat dana paling sedikit Rp 10 triliun sampai Rp 15 triliun dari sektor 3G saja. Kalau ternyata tahun depan dan tahun depannya lagi 3G tidak pick up sebagaimana yang kita harapkan, maka itu bebannya luar biasa besar bagi industri. Itu kebijakan bisa diturunkan kembali, karena yang kita inginkan tumbuhnya industri," lanjut Sofyan.Lebih lanjut, Sofyan mengatakan bahwa insentif yang diberikan akan beragam. "Insentif lain misalnya (kewajiban) USO jangan dinaikkan. Nanti banyak insentif lain yang akan kita umumkan dalam minggu-minggu ini," papar Sofyan.Seperti diketahui, pemerintah menetapkan agar operator telekomunikasi ikut memberi kontribusi sebesar 0,75 persen dari pendapatan kotornya, untuk pembangunan telepon pedesaan (Universal Service Obligation/USO). Belakangan muncul wacana kalau besaran kontribusi tersebut akan dinaikkan menjadi 1 persen dari pendapatan kotor operator. (nks) (ketepi/)





Hide Ads