Satelit Telkom-3 Sudah Jatuh ke Bumi, Tapi Jadi Misteri

Satelit Telkom-3 Sudah Jatuh ke Bumi, Tapi Jadi Misteri

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 06 Feb 2021 10:34 WIB
Jelang peluncuran Satelis Telkom 3S, PT Telkom Indonesia mengundang 250 siswa dari empat kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil).
Ilustrasi satelit. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Satelit Telkom-3 telah jatuh ke Bumi. Hanya saja posisi 'mendarat' wahana antariksa tersebut masih misteri alias belum bisa diketahui secara pasti untuk saat ini.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan perkiraan satelit Telkom-3 jatuh terjadi pada pukul 16.35 WIB, Jumat (5/2). Lapan menyebutkan berdasarkan pengamatannya, satelit Telkom-3 jatuh di wilayah Mongolia atau China.

"Namun, belum ada laporan jatuh atau temuan. Ada kemungkinan jatuh di wilayah terpencil," ujar Peneliti Lapan Rhorom Priyatikanto, Sabtu (6/2/2021).


Terkait kembalinya lagi, satelit Telkom-3 ke Bumi, Lapan berkoordinasi dengan Telkom dan badan antariksa Rusia, Roscosmos.

Jatuhnya satelit Telkom-3 ini menjadi peristiwa bersejarah tersendiri karena merupakan kali pertama benda jatuh antariksa berukuran besar milik Indonesia. Adapun, satelit Telkom-3 menghilang hampir sembilan tahun lalu usai diluncurkan pada 2012 silam.

Satelit yang berbobot 1,845 ton ini tidak mengandung bahan radioaktif dan diperkirakan sebagian besar massa satelit akan terbakar saat memasuki atmosfer hingga menyisakan 10% hingga 40% massa awalnya.

Satelit Telkom-3 (COSPAR-ID 2012-044A, NORAD-ID 38744) merupakan satelit buatan ISS Reshetnev, Rusia berdasarkan pesanan Telkom. Satelit tersebut diluncurkan pada tanggal 6 Agustus 2012 dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, tetapi masalah teknis menyebabkannya gagal mencapai orbit.

Saat itu, satelit Telkom-3 bersama satelit Ekspress-MD2 yang menumpang roket milik pemerintah Rusia Proton-M itu telah hilang setelah beberapa jam meluncur menuju slot orbitnya karena gagal dalam tahapan Briz-M.

Briz-M merupakan tahapan pelepasan tangki bahan bakar diikuti relokasi instrument pengarahan dari komando pusat dalam rangka menghindari goncangan ketika tangki tambahan propellant dilepas.



Simak Video "Deretan Fenomena Astronomi yang Terjadi Pekan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)