'Grand Final' Lelang 3G Digelar
- detikInet
Jakarta -
Rabu (08/02/2006) adalah hari kedua lelang tiga blok frekuensi telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G) yang diperebutkan oleh lima operator. Kalau mau menang, operator harus berani menawar dengan ekstrim. Pelaksanaan lelang 3G tahap kedua, menurut rencana, akan berlangsung Rabu (08/02/2006) pada pukul 12.00-13.00 WIB di ruang pertemuan Ditjen pos dan Telekomunikasi, lantai 13, Gedung Sapta Pesona, Jl. Medan Merdeka Barat 17, Jakarta. Dalam lelang tahap kedua ini, setiap peserta akan mengajukan koreksi penawaran hari pertama dalam amplop tertutup. "Nilai penawaran harus sekurang-kurangnya sama dengan nilai penawaran tahap pertama. Maksimum kenaikan penawaran pada tahap kedua tidak dibatasi," ujar Gatot S. Dewa Broto, dalam siaran pers yang diterima detikINET, Rabu (08/02/2006). Terdapat tiga blok frekuensi, masing-masing 5 Megahertz 'berpasangan', yang diperebutkan lima operator. Operator yang menawar dua blok adalah Telkomsel dan Bakrie Telecom. Sedangkan yang menawar satu blok adalah Telkom, Indosat, dan Excelcom. Nantinya, pemenang lelang akan diurutkan berdasarkan penawaran tertinggi. Nilai penawaran yang diajukan operator yang bersangkutan akan menjadi dasar untuk menghitung up front fee, yang besarnya adalah dua kali nilai tersebut.Berani Bayar MahalMenurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Sofyan Djalil, jika mau menang peserta lelang 3G harus berani. "Hari ini kalau yang memasukkan penawaran Rp 101 miliar mau menang, dia bisa bid Rp 200 miliar, angka yang dimasukkan kemarin bisa dikoreksi," Sofyan mencontohkan usai rapat koordinasi terbatas di Gedung BI, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Selasa (07/02/2006) malam pukul 22.00 WIB.Sofyan menambahkan, dari tiga slot yang dijual bisa dimenangkan dua atau tiga pemenang yang tergantung pada penawaran harga tertinggi. Skenario dua pemenang akan terjadi jika penawar tertinggi pertama dan/atau kedua merupakan penawar dua blok. Sedangkan skenario tiga pemenang akan terwujud jika dua penawar tertinggi hanya menghendaki satu blok. Dalam kasus pemenang ketiga merupakan penawar dua blok, maka pemenang tersebut hanya mendapatkan satu blok. Hal sama juga terjadi jika pemenang satu dan dua sama-sama menawar dua blok, dalam hal ini pemenang kedua hanya mendapat satu blok. Pada kesempatan yang berbeda, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengaku terkejut dan senang dengan penawaran yang begitu tinggi pada lelang tahap pertama. Namun untuk tahap kedua, dia belum bisa memperkirakan seberapa besar lonjakan penawaran yang akan terjadi. "Saya nggak ngerti pasar bagaimana. Tapi jujur saja, saya agak surprised. Tapi itulah, mereka menghargai value frekuensi," kata Basuki pada detikINET di Gedung DPR MPR Jakarta, Selasa (07/02/2006) malam.Menurut Basuki, penawaran yang tinggi bisa jadi 'pelajaran' bagi operator yang mendapatkan frekuensi 3G tanpa proses lelang. Mereka adalah Cyber Access Communication (CAC) dan Natrindo Telepon Seluler (NTS), keduanya mendapat frekuensi lewat proses 'beauty contest' dan penunjukkan. (wsh)
(wicak/)