Ragam Layanan Telkomsel Ini Akan Perkuat Ekosistem Digital

Ragam Layanan Telkomsel Ini Akan Perkuat Ekosistem Digital

Nurcholis Maarif - detikInet
Senin, 04 Jan 2021 14:12 WIB
MAXstream, layanan video on demand milik Telkomsel
MAXstream, layanan video on demand milik Telkomsel (Foto: Dok. Telkomsel)
Jakarta -

Telkomsel terus mengembangkan produk dan layanan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk untuk kalangan anak muda yang saat ini sangat erat dengan smartphone dan internet. Mulai dari layanan streaming film dan musik hingga gaming.

Selain itu, melalui investasi Telkomsel ke Gojek belum lama ini, pihak perusahaan sudah mulai tancap gas membuat beberapa inisiatif seperti promo bersama dan paket bundling. Kedua inisiatif terbaru inti difokuskan untuk mendukung digitalisasi UMKM dan produktivitas mitra driver Gojek.

Namun tak hanya untuk itu, perwujudan kolaborasi Telkomsel dan Gojek selanjutnya juga layak ditunggu. Kedua perusahaan digital terdepan di Indonesia ini juga diperkirakan akan menghadirkan inovasi yang menyasar kebutuhan gaya hidup digital anak muda Indonesia.

Layanan-layanan ini dibuat tak hanya untuk memajukan ekosistem digital Indonesia dan UMKM, tetapi juga untuk menyasar gaya hidup digital anak muda Indonesia saat ini. Adapun beberapa layanan lifestyle milik Telkomsel yang memperkuat transformasi digital perseroan antara lain:

MAXstream

Pertumbuhan streaming minutes di MAXstream meningkat hingga 20% dari tahun sebelumnya dan hingga kini, aplikasi MAXstream telah diunduh lebih dari 20 juta kali baik melalui Google Play Store maupun AppStore. Sedangkan penonton aktif bulanan MAXstream (monthly active user) saat ini mencapai 8,3 juta pengguna aktif.

Hingga kini layanan streaming film milik Telkomsel ini terus memperkaya kontennya dari masa ke masa. Mulai dari film, dokumenter, serial TV, dan termasuk konten original. MAXstream juga banyak bekerja sama untuk menghadirkan kontak yang bagus untuk penggunanya.

MAXstream memiliki 60 saluran televisi, baik lokal maupun internasional, 13 video partner, dan lebih dari 10.000 koleksi video. Baru-baru ini, MAXstream juga berkolaborasi dengan Disney+ Hotstar untuk menghadirkan akses yang mudah dan terjangkau terhadap tayangan berkualitas dunia bagi masyarakat Indonesia.

LangitMusik

Tak hanya film, Telkomsel juga memperkuat LangitMusik sebagai platform musik yang mengedepankan kontek lokal karya anak bangsa. Bahkan persentase lagu-lagu Indonesia di LangitMusik mencapai 76% dari total koleksi yang dimiliki oleh LangitMusik.

Dunia Games

Melalui Dunia Games, Telkomsel aktif berkontribusi untuk mengembangkan industri game Tanah Air.. Hal tersebut dibuktikan dengan terus merilis game anyar seperti Rise of Nowlin, Lord of Estera, ShellFire, Kolak Games Express, dan yang terbaru adalah Three Kingdoms: Quest of Infinity.

Tak hanya sebagai publisher game, Telkomsel melalui Dunia Games juga bahkan menjadi penyelenggara e-sport competition, payment portal, dan forum komunitas e-sport.

Atas kiprahnya di industri esports, Dunia Games baru-baru ini dianugerahi dua penghargaan yakni 'The Most Favorite Gaming Media of The Year' pada Indonesia Gaming Awards (IGA) 2020 dan 'The Most Favorite Non-Publisher Esports Tournament' dalam ajang Indonesia Esports Awards 2020.

Penghargaan ini didasari pada pencapaian Dunia Games sebagai portal media game dengan 17 juta pengguna serta keberhasilannya dalam menyelenggarakan Indonesia Games Championship 2020.

Sebagai informasi, Telkomsel saat ini sedang menuju arah digital telco company dalam mengakselerasi transformasi digital perseroan. Ketiga layanan digital lifestyle tersebut pun akan terus dikembangkan. Apalagi salah satu poin saat Telkomsel investasi ke Gojek, yaitu akan mengembangkan layanan gaya hidup digital.

Telkomsel memberi dukungan dengan lebih dari 233.000 ribu BTS berteknologi terdepan 4G LTE yang melayani lebih dari 170 juta pelanggan di 95% wilayah populasi penduduk hingga pelosok Indonesia. Dengan begitu, Telkomsel meyakini kolaborasi bersama Gojek akan memberi dampak dalam penguatan ekosistem gaya hidup digital masyarakat Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Terbaru, keduanya langsung tancap gas melakukan dua inisiatif kolaborasi. Pertama, dukungan kepada lebih dari 20 ribu mitra reseller/outlet Telkomsel untuk melakukan digitalisasi layanan, terutama yang mempermudah proses transaksi.

Para mitra reseller Telkomsel itu kini menjadi bagian dari layanan GoShop di platform Gojek, layanan yang memudahkan pelanggan untuk dapat membeli barang dan kebutuhan apa pun dan di mana pun. Kedua, mendukung produktivitas mitra driver Gojek melalui Paket Swadaya Telkomsel dengan penawaran yang semakin beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan mitra driver Gojek.

"Ke depannya, beragam inisiatif kolaborasi dengan fondasi synergy value yang kuat akan terus Telkomsel dan Gojek kembangkan," ujar Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro dalam keterangan resminya.

"Kami berharap, implementasi dalam bentuk inovasi ataupun penguatan platform layanan digital yang sudah ada, dapat semakin dinikmati dan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong transformasi bisnis digital untuk segmen pelaku (UMKM)," tambah Setyanto.

Sementara itu, menurut Chief Digital Startup, Ecommerce, & Fintech Sharing Vision Indonesia, Nur Islami Javad, kolaborasi tersebut berdampak positif dan strategis, baik untuk Telkomsel maupun Gojek. Sebab Telkomsel sebagai anak usaha dari Telkom Group sudah punya infrastruktur yang kuat, sedangkan Gojek seringkali disebut mewakili Indonesia.

"Dari Telkomsel jelas positif, banyak banget lah. Dari sisi Gojek, itu strategis. Gojek kan mewakili Indonesia menurut banyak orang. Bisa jadi dengan diinvestasikan (anak usaha) Telkom itu semakin terasa karya anak bangsanya. Nanti mungkin di-support dari infrastruktur, (bisa) lebih stabil sih," ujar Jeff yang juga Co-CEO & Co-Founder BIM beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan keduanya bisa saling tukar pengguna untuk mempromosikan inovasi produk yang diciptakan. Selain itu, kelebihan dari masing-masing perusahaan kalau digabungkan bisa menjadi produk yang luar biasa.

"Kan saya perhatikan Telkom (juga) banyak bikin aplikasi tapi kurang diperhatikan. Misalnya UMeetMe, yang kaya Zoom, dari bulan Maret sudah saya kenal, tapi sampai sekarang belum kedengeran orang itu. Bisa jadi dengan Gojek, implementasi atau istilahnya user acquisition dari inovasi digital itu bisa masuk ke eksternal Telkom, tidak hanya internal," ujar Jeff.

"Banyak aplikasi yang bisa direalisasikan, di Telkom Group tuh kuda-kudanya kuat banget. Di Gojek tuh untuk masalah customer acquisition, masalah adaptasi di user atau customer kuat banget. Dua itu kalau digabungin luar biasa," imbuhnya.



Simak Video "Telkom Bantah Kerdilkan Netflix!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)