Menakar Pilihan Frekuensi untuk Layanan 5G di Indonesia

Menakar Pilihan Frekuensi untuk Layanan 5G di Indonesia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 23 Des 2020 07:24 WIB
Ilustrasi 5G
Foto: Huawei
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah memastikan kalau layanan 5G bakal hadir pada 2021 mendatang, dan frekuensi yang dipakai adalah 2300Mhz untuk tahap awal. Bagaimana soal frekuensi lainnya?

Muhammad Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB menjelaskan, International Telecommunication Union (ITU) telah menetapkan beberapa frekuensi yang dapat dipergunakan untuk layanan 5G, dan 2300 Mhz adalah salah satunya.

Meski sudah ditetapkan sebagai frekuensi 5G, menurut Ridwan ketersediaan frekuensi di 2300Mhz jumlahnya juga sangat terbatas. Idealnya 5G membutuhkan lebar pita 100Mhz.

Namun saat ini jumlah ideal tersebut tak akan mungkin diberlakukan di Indonesia. Sebab saat ini sudah ada 3 operator selular yang sudah menduduki frekuensi 2300Mhz. Dengan memiliki 40Mhz di frekuensi 2300Mhz, Telkomsel dinilai Ridwan bisa untuk menyelenggarakan layanan 5G.

"Khusus Telkomsel dan Smartfren, tambahan masing-masing 10Mhz di frekuensi 2300Mhz secara teknis memberikan peluang bagi mereka untuk mengembangkan 5G di Indonesia. Meskipun belum layak secara bisnis di saat ini karena kecepatannya yang tidak optimal," ujar Ridwan.

"Jika memiliki 100Mhz di 2300Mhz maka secara teoritis kecepatan 5G bisa 4878Mbps. Namun jika 40Mhz dan 10Mhz maka kecepatannya masing-masing hanya 1951Mbps dan 487Mbps. Sehingga ini mengembangkan 5G di 2300Mhz tidak optimal dan belum layak secara bisnis," ungkapnya.

Dari ketersediaan perangkat dan ekosistem di dunia, idealnya layanan 5G menggunakan frekuensi 3300 Mhz sampai 3600Mhz. Sebab spektrum yang ada mencapai 400Mhz. Meski ideal namun untuk penerapan 5G di frekuensi 3500Mhz, Pemerintah memiliki PR yang cukup menantang. Yaitu memindahkan frekuensi 3500Mhz yang selama ini dipergunakan untuk layanan satelit menjadi layanan 5G.

"Kalau mau mendapatkan layanan ideal 5G di frekuensi tersebut pemerintah harus memindahkan layanan satelit. Atau jika tidak ingin adanya interferensi pemerintah bisa melakukan proteksi seperti melarang BTS 5G beroperasi di wilayah tertentu atau mewajibkan antena satelit untuk menggunakan cassing," terang Ridwan.

2600 Mhz, 1800 Mhz, dan 700 Mhz bagaimana? Penjelasannya ada di halaman berikutnya...