Layanan OTT Global dan Kaitannya dengan Kedaulatan Digital Nasional

Layanan OTT Global dan Kaitannya dengan Kedaulatan Digital Nasional

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 02 Nov 2020 22:40 WIB
XL Axiata ikut serta dalam proyek pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) internasional. Kabel bawah laut ini menghubungkan Australia-Indonesia-Singapura.
Ilustrasi kabel bawah laut. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Sepak terjang layanan over the top (OTT) global saat ini menjadi sorotan dari berbagai otoritas persaingan usaha di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Mereka, layanan OTT, terindikasi melakukan praktik monopoli karena memegang kendali penuh atas platform dan juga infrastruktur digitalnya. Hal ini juga disoroti oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Indonesia.

Di Amerika Serikat, lewat Kementerian Hukumnya, sudah resmi melayangkan gugatan terhadap Google atas tuduhan melakukan kegiatan secara ilegal untuk melindungi monopolinya atas search engine dan search advertising.

Kodrat Wibowo, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengakui saat ini kegiatan usaha yang dilakukan OTT global sudah mengarah kepada praktik atau perilaku monopoli dan oligopoli. Saat ini KPPU sudah melakukan pengawasan terhadap kegiatan usaha OTT global yang ada di Indonesia.

Dengan akan ditetapkannya UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), Kodrat memastikan KPPU akan memiliki landasan hukum yang kuat untuk melakukan penindakkan hukum terhadap OTT global yang berusaha di Indonesia.

"Presiden Joko Widodo menganggap Data is The New Oil. UU PDP menjadikan data sebagai komoditas yang sangat berharga dan perlu dilindungi, maka KPPU memiliki dasar yang kuat untuk bisa melakukan pengawasan dan penindakkan," kata Kodrat.

Kekhawatiran KPPU mengenai sepak terjang OTT global di Indonesia yang sudah mengarah kepada praktik atau prilaku monopoli dan oligopoli memang sangat berdasar. Ini dapat dilihat dari Facebook yang sudah mulai masuk ke bisnis telekomunikasi dengan membangun jaringan serat optik di Indonesia melalui Facebook Connectivity.

Dengan melihat sepak terjang perusahaan OTT global yang mengarah ke praktik monopoli dan oligopoli, maka sudah sangat wajar jika regulator serta Pemerintah Indonesia mulai berhati-hati serta menyiapkan regulasi untuk mengatur bisnis OTT global di Indonesia.