Selama PSBB, Rata-rata Pelajar Habiskan Uang untuk Paket Data

Selama PSBB, Rata-rata Pelajar Habiskan Uang untuk Paket Data

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 17 Okt 2020 16:12 WIB
YOGYAKARTA, INDONESIA - SEPTEMBER 28: Kharisma Anisa Putri (14), uses her broke screen smartphone for studying online using free wifi provided by the village as to help parents with financial difficulties, they pay 30,000 Indonesian Rupiah or around (USD 2) per month amid the Coronavirus pandemic on September 28, 2020 in Yogyakarta, Indonesia. According to the Indonesian Ministry of Education and Culture data nearly 70 million children have been affected by school shutdowns which started in mid-March. Since it closed on March 16, the school has implemented various methods and approaches to support distance learning. Even so, its implementation in the field still faces various obstacles. The problem is limited support facilities, such as laptops, smart phones, and internet data packages. In addition, parents also claim to not have enough time and feel they lack the knowledge to accompany children to learn online. Indonesia is struggling to contain thousands of new daily cases of coronavirus amid easing of rules to allow economic activity to resume. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Ilustrasi belajar online (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Jakarta -

Populix, platform market research, menyebut para pelajar mengeluarkan biaya lebih banyak untuk membeli paket data selama PSBB dan PSBB transisi dari Agustus sampai September.

"Selisih yang cukup signifikan terlihat di antara pelajar. Sedangkan di antara (kalangan) pekerja tidak ada peningkatan yang signifikan," ujar Jessica Gautama, Head of Marketing Populix, dalam keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (17/10/2020).

Pada Agustus lalu, dalam survei yang diadakan oleh Populix, pelajar mengeluarkan uang antara Rp 60 ribu sampai Rp 80 ribu untuk membeli paket data. Lalu pada September, kalangan yang sama mengalami peningkatan pengeluaran untuk paket data, yaitu antara Rp 70 ribu sampai Rp 97 ribu.

Sementara untuk kalangan pekerja, biaya yang dikeluarkan untuk paket data relatif stabil, yaitu antara Rp 91 ribu sampai Rp 122 ribu.

Survei ini dilakukan Populix terhadap 141 pelajar dan 203 pekerja yang berdomisili di Jabodetabek. Surveinya sendiri dilakukan dalam rentang waktu 22 September sampai 25 September.

Dalam survei tersebut juga diungkap kalau operator Tri adalah operator seluler favorit di kalangan pelajar karena menawarkan tarif paket data yang terjangkau. Sebanyak 26% pelajar menjadikan Tri sebagai operator favoritnya.

Lalu pada posisi kedua ditempati oleh Telkomsel dan Indosat dengan persentase 23%, sementara XL dan Smartfren ada di posisi paling bawah dengan persentase 11%.

Zoom menjadi aplikasi video conference paling banyak digunakan oleh gen-z untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dengan persentase mencapai 42%. Diikuti aplikasi Google Meet sebesar 35%.

Berbeda dengan kalangan pelajar, hasil berbeda ditunjukkan oleh respon dari kaum pekerja dengan menempatkan Telkomsel sebagai operator seluler yang paling difavoritkan dengan persentase 35%. Sedangkan posisi keduanya diisi oleh Indosat dan Tri dengan persentase 21%. XL menempati posisi ketiga dengan persentase 12%, sementara Smartfren hanya 4%.



Simak Video "Suasana Bundaran HI Pagi Ini di Masa PSBB Ketat"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)