Dukung Digitalisasi Desa, Telkom Resmikan Smart Village Nusantara

Dukung Digitalisasi Desa, Telkom Resmikan Smart Village Nusantara

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikInet
Kamis, 01 Okt 2020 22:37 WIB
Peresmian desa percontohan pengembangan Smart Village Nusantara di Desa Kemuning, Jawa Tengah, Kamis (2/10/2020).
Foto: dok. Telkom
Jakarta -

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggodok pengembangan dan penerapan desa cerdas (smart village) melalui optimalisasi infrastruktur jaringan dan solusi ICT yang bernama Smart Village Nusantara. Desa Kemuning di Jawa Tengah dan Desa Pangandaran di Jawa Barat menjadi desa percontohan pengembangan Smart Village Nusantara.

Direktur Enterprise & Business Telkom Edi Witjara mengatakan Smart Village Nusantara merupakan dukungan Telkom terhadap pemerintah dalam membangun Indonesia dari potensi di desa. Menurutnya, pengembangan smart village di Indonesia dinilai dapat mendorong peningkatan aktivitas dan produktivitas ekonomi di desa-desa.

"Melalui Smart Village Nusantara, Telkom hadir mendukung pengembangan ekosistem desa digital demi ekonomi desa yang berkelanjutan. Diharapkan ke depannya masyarakat di desa memiliki adopsi digital yang semakin baik dan akrab dalam menggunakan teknologi digital dalam mendukung berbagai aktivitasnya," ujar Edi, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2020).

Hal itu ia ungkapkan dalam acara peresmian desa percontohan pengembangan Smart Village Nusantara di Desa Kemuning hari ini. Peresmian Smart Village Nusantara tersebut juga diikuti secara daring dari Desa Pangandaran.

Edi menjelaskan pelaksanaan piloting Smart Village Nusantara difokuskan pada tiga aspek utama, yakni pemerintah, ekonomi dan sosial, dengan target implementasi pada beberapa desa yang memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Berbagai aplikasi pendukung digitalisasi desa digelar sesuai kebutuhan dan karakteristik desa tersebut serta didorong optimalisasi pemanfaatannya untuk pengembangan berkelanjutan.

"Sehingga proses pendampingan masyarakat juga menjadi bagian dari agenda piloting desa digital, agar masyarakat menjadi bisa dan terbiasa memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Edi.

Edi mengatakan pengembangan Desa Kemuning sebagai desa percontohan Smart Village Nusantara di Jawa Tengah ini, memberikan kekuatan khusus bagi desa tersebut untuk dapat menjadi desa yang lebih powerful dalam pemanfaatan ICT untuk pembangunan desa dan masyarakatnya. Dukungan infrastruktur dan jaringan akses serta berbagai solusi dan aplikasi yang digelar diyakini dapat mendorong pengembangan dan penerapan desa digital dengan maksimal khususnya untuk sektor pemerintahan, ekonomi, dan sosial.

"Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Desa (Simpeldesa), User Central Management (UCM), Dashboard Desa, Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev), e-Puskesmas, e-Posyandu, Pustaka Digital (PaDi), Bioskop Desa, Kasir Digital (iKas dan Bonum), e-Loket / Electronic Point of Sales (E-POS) dan Cashless Payment melalui QRen dan LinkAja! akan diimplementasikan untuk dapat mewujudkan Desa Kemuning sebagai desa yang mandiri dan semakin menyejahterakan warganya," jelasnya.

Edi pun mengatakan acara ini merupakan bagian dari rangkaian agenda piloting desa digital Smart Village Nusantara, sebagai bagian dari Smart City Nusantara milik Telkom. "Melalui Smart Village Nusantara ini, keseluruhan sistem berbasis digital akan dikembangkan dan diimplementasikan untuk digitalisasi desa. Demi mendukung prioritas pembangunan nasional dalam era revolusi industri 4.0 sekaligus untuk mendorong keberlanjutan pembangunan nasional, membangun Indonesia menjadi lebih maju menuju Smart Nation," pungkas Edi.

Sementara itu, Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi mengapresiasi langkah Telkom dalam menginisiasi pengembangan desa melalui program Smart Village Nusantara. Menurutnya, desa adalah masa depan Indonesia dan harus dikembangkan terutama dari tiga sektor yang harus dimaksimalkan.

"Tiga sektor utama Indonesia yang tidak terkalahkan dari negara lain, yakni pertanian, perikanan, dan pariwisata. Tentunya desa yang memiliki ketiga keunggulan tersebut harus dimaksimalkan, dibangun dan dibesarkan bersama. Semoga Desa Kemuning ini menjadi contoh bagi desa-desa di seluruh Indonesia," ujar Budi Arie Setiadi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko turut mengapresiasi lahirnya Smart Village Nusantara. "Pemerintah menempatkan desa digital sebagai program prioritas nasional. Dengan Smart Village Nusantara ini, dari sisi eksternal, desa akan membuka jendela dunia dan dikenal. Dari sisi internal, dengan digitalisasi desa ini akan mempermudah administrasi pemerintah dan peningkatan ekonomi desa," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar berharap dengan adanya digitalisasi dari Telkom ini entrepreneurship warga desa dapat terus didorong melalui kompetisi dan kolaborasi, sehingga desa dapat terus berkembang menjadi lebih baik lagi.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara tersebut Komisaris Utama Telkom Rhenald Kasali, Komisaris Independen Telkom Marsudi Wahyu Kisworo, Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.



Simak Video "Meski Tak Lagi Diblokir, Telkom Masih Pelototi Konten Netflix"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fay)