Kuota Gratis Buat Sekolah Jangan Sampai Jebol

Kuota Gratis Buat Sekolah Jangan Sampai Jebol

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 07 Sep 2020 05:14 WIB
Aktivitas belajar mengajar tatap muka di DKI Jakarta dihentikan sementara di masa PSBB. Kini belajar mengajar dilakukan secara online. Seperti yang terlihat di SD Negeri 05 Pagi Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (6/8/2020).
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewanti-wanti kuota gratis atau paket internet yang diberikan pemerintah kepada pelajar, guru, mahasiswa, maupun dosen ini jangan sampai jebol melebihi kuota yang diberikan.

Sebagai upaya dalam menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online, pemerintah menyalurkan bantuan subsidi kuota gratis per bulannya selama pandemi COVID-19, yaitu pelajar 35 GB, guru 42 GB, mahasiswa 50 GB, dan dosen 50 GB.

Adapun bantuan subsidi kuota gratis dari pemerintah itu, akan diberikan selama empat bulan, dari bulan September, Oktober, November, dan Desember 2020.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Kemendikbud) Paristiyanti Nurwardani mengungkapkan, dengan menyontohkan bantuan subsidi kuota gratis untuk mahasiswa dan dosen itu boleh lebih kuota per bulan yang diberikan pemerintah.

"Nanti nomor HP Mahasiswa dan nomor HP dosen diisikan pulsa atau kuota 50 GB maksimal sebulan. Jika nanti (pemakaian) lebih dari 50 GB, maka mungkin kami akan melakukan sementara menahan atau pause dulu kuota tambahan yang ke-51," tutur Paristiyanti.

"Tetapi, jika kurang dari 50 GB per bulan, tentu didorong untuk bulan-bulan berikutnya. Jadi, mudah-mudahan fasilitasi kuota internet gratis dari presiden dan mas menteri betul-betul meningkatkan kualitas pembelajaran," tambahnya.

Kemendikbud menyebutkan akan dilakukan evaluasi pada setiap tahap, sehingga bila ditemukan kekurangan dapat dilakukan perbaikan dengan cepat berdasarkan laporan data provider. Pusdatin Kemendikbud melakukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas dan keberhasilan pelaksanaan program penyaluran subsidi kuota gratis.

Hasil dari pemantauan dan evaluasi akan dijadikan bahan pengembalian keputusan dalam hal bantuan kuota internet pandemi COVID-19 dan penyempurnaan program.



Simak Video "DPR Setujui Anggaran Kuota Rp 9 Triliun untuk Pembelajaran Online"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)