Menyoal Nasib BAKTI dalam Rencana Perampingan Pemerintahan - Halaman 2

Menyoal Nasib BAKTI dalam Rencana Perampingan Pemerintahan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 19 Jul 2020 20:02 WIB
Kominfo
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto

Namun menurut Alamsyah, BAKTI terjebak sebagai penyedia backbone Palapa Ring dan menyewakannya kepada operator telekomunikasi. BAKTI berfokus dalam mengejar pendapatan. Terkait ketersediaan layanan telekomunikasi bagi masyarakat di wilayah USO, BAKTI terkesan abai dan menyerahkannya kepada operator.

"Seharusnya tujuan pendirian BAKTI adalah mengorkestrasi operator telekomunikasi agar dapat memberikan layanan telekomunikasi kepada masyarakat di wilayah terpencil. Uangnya berasal dari dana USO yang merupakan iuran dari perusahaan telekomunikasi," jelas Alamsyah.

"Namun, saat ini BAKTI malah ingin memiliki satelit dan menjual layanan telekomunikasi seperti operator. Wilayah yang dilayani SATRIA sangat beririsan dengan wilayah yang dilayani oleh Palapa Ring. Jangan sampai pembangunan ini menjadi over investment atau justru saling kanibal, padahal dana BAKTI berasal dari operator telekomunikasi. Ini sudah menyalahi khitah berdirinya BAKTI sebagai sovereign wealth fund. Ombudsman dalam waktu dekat akan melihat perkembangan dan perubahan fungsi BLU tersebut," ujarnya.

Sebelumnya Ombudsman pernah mengkritisi BAKTI yang saat ini jauh dari filosofi awal pembentukannya. Dahulu BAKTI hanya melakukan tender dan membiayai pembangunan jaringan telekomunikasi di daerah USO. Namun kini BAKTI sudah bertransformasi sebagai operator.

Contohnya BAKTI yang menggelola jaringan Palapa Ring Paket Timur, Tengah dan Barat. Bahkan saat ini BAKTI berencana memiliki satelit kecepatan tinggi (HTS). Dengan satelit maka tak hanya daerah USO saja yang dapat dilayani BAKTI. Daerah perkotaan yang saat ini sudah dilayani operator telekomunikasi juga akan dapat dilayani oleh BLU Kominfo tersebut. Padahal Palapa Ring yang dibangung BAKTI masih belum terutilisasi dengan penuh.

Jaringan backbone yang dibangun BAKTI, ada 12 pairs, dengan aktivasi satu pair, kapasitas 100 GBPS. Adapun utilisasi dari 1 pair paket Barat 27%, paket Tengah: 9% dan Timur: 16%. Belum semua jaringan backbone diutilisasi BAKTI, namun BLU tersebut sudah berencana memiliki satelit.

Ombudsman mempertanyakan BLU di bawah Kementerian Kominfo yang bekerja dengan over investment tanpa melakukan utilisasi infrastrktur yang sudah dibangun sebelumnya.



Simak Video "Hari Saka Bakti Husada, Kemenkes Harap Pramuka Jadi Pelopor Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)