4G Selimuti 70 Ribu Desa RI, Sisa 13 Ribu Desa Lagi

4G Selimuti 70 Ribu Desa RI, Sisa 13 Ribu Desa Lagi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 11 Jun 2020 09:02 WIB
Jalan tol 4G sudah dibuka.
'4G Selimuti 70 Ribu Desa RI, Sisa 13 Ribu Desa Lagi'. Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan bahwa jaringan 4G telah tersedia di lebih dari 11 ribu desa/kelurahan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Tepatnya sebanyak 11.228 dari 20.341 desa yang ter-cover dari 70 ribu desa (di seluruh Indonesia), 11 ribu sisanya ada di 3T," ungkap Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Ahmad M. Ramli dikutip dari situs Kominfo, Rabu (10/6/2020).

Dijelaskan Ramli, secara keseluruhan dari 83.218 desa/kelurahan di Indonesia, saat ini jaringan 4G menyelimuti sebanyak 70.670 desa/kelurahan, termasuk di dalamnya wilayah 3T. Sementara itu, dari 20.341 desa/kelurahan di wilayah 3T, masih ada ada 9.113 desa/kelurahan yang belum dijangkau dengan jaringan seluler generasi keempat.

Ramli mengatakan bahwa Kominfo berupaya menuntaskan pekerjaan rumah tersebut, agar akses internet bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. Sedangkan, wilayah sudah ter-cover 4G, pemerintah juga memastikan kualitas layanannya.

"Jadi, pemerintah sudah melakukan bersama-sama dengan operator, tidak hanya membangun daerah-daerah yang non 3T, tetapi juga yang 3T," kata Dirjen PPI.

Bila dirinci, Ramli memaparkan dari 11.228 desa/kelurahan di 3T yang sudah terjangkau, 1.606 desa/kelurahan dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo dengan menggunakan dana Universal Service Obligation (USO), sedangkan 9.622 desa/kelurahan lainnya oleh operator.

Dirjen Ramli menambahkan, saat ini masih banyak desa/kelurahan yang belum terjangkau 4G, baik di wilayah 3T maupun non 3T, yakni ada lebih dari 12 ribu.

"Jadi, kalau 12.548 ini kalau kita bagi lagi, ada 9.113 berada di 3T, tetapi ada juga sekitar tiga ribu yang ada di wilayah-wilayah non 3T," imbuhnya.

Untuk wilayah non 3T yang belum terjangkau 4G, pemerintah akan menyerahkan kepada operator-operator seluler untuk membangun, sementara di wilayah 3T oleh Bakti.

"Karena desa-desa yang 9.113 ini otomatis sebetulnya mungkin secara keekonomian bagi operator agak kurang menarik karena mungkin penduduknya kecil, tetapi tetap harus (ada layanan internet), walaupun penduduknya sedikit desa itu tetap harus kita kasih sinyal," pungkas Dirjen Ramli.



Simak Video "Facebook: Literasi Internet Sudah Baik, Hanya Aksesnya Kurang Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)