Tekanan dari Trump Bikin Inggris Blokir Huawei?

Tekanan dari Trump Bikin Inggris Blokir Huawei?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 19 Jul 2020 15:12 WIB
HANOVER, GERMANY - JUNE 12: The Huawei logo is displayed at the 2018 CeBIT technology trade fair on June 12, 2018 in Hanover, Germany. The 2018 CeBIT is running from June 11-15. (Photo by Alexander Koerner/Getty Images)
Foto: Alexander Koerner/Getty Images
Jakarta -

Setelah memblokir penggunaan perangkat 5G buatan Huawei, pemerintah Inggris diam-diam memberitahu Huawei terkait alasan pemblokiran tersebut.

Menurut laporan The Observer tanpa menyebut sumber informasinya, pemblokiran itu dilakukan antara lain karena alasan geopolitik, terkait tekanan kuat dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memblokir penggunaan perangkat buatan Huawei.

Tak cuma itu, pemerintah Inggris mengaku bahwa keputusan itu bisa saja ditinjau kembali di masa yang akan datang, terutama jika Trump tak lagi menjabat sebagai presiden AS, atau sentimen anti China oleh AS sudah mereda, demikian dikutip detikINET dari Guardian, Minggu (29/7/2020).

Seorang eksekutif senior Huawei berbicara ke publik dan mengomentari keputusan pemerintah Inggris tersebut. Menurutnya Huawei berharap pemerintah Inggris bisa mempertimbangkan kembali keputusan pemblokiran tersebut.

Pemerintah Inggris sendiri sebelumnya menepis pernyataan Trump yang menyebut dirinya sebagai orang yang sukses memaksa Inggris untuk memblokir Huawei. Menurut pemerintah Inggris, pemblokiran itu dilakukan atas hasil investigasi National Cyber Security Center terkait masalah keamanan dari perangkat 5G Huawei.

Pemerintah China geram terhadap pemerintah Inggris yang memutuskan perangkat telekomunikasi Huawei tidak boleh dipasang di jaringan 5G. Hal itu mereka sebut tidak berdasar dan akan menjadi preseden buruk.

"Cara kalian memperlakukan Huawei akan dilihat dengan sangat dekat oleh para pebisnis China lain," kata duta besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming yang dikutip detikINET dari BBC.

Beijing tampaknya juga memperingatkan bahwa Inggris akan membayar harganya. "Inggris memakai hal tak berdasar sebagai alasan bekerja sama dengan Amerika Serikat. Setiap keputusan dan aksi ada harganya," cetus Hua Chunying selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Dalam aturan pemerintah Inggris, operator telekomunikasi seperti BT dan Vodafone diberikan waktu hingga tahun 2027 untuk menarik semua peralatan Huawei dari jaringan 5G milik mereka.



Simak Video "Huawei Nova 7 Bisa Rekam Video 2 Arah, Ini Spesifikasinya"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/agt)