Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kilas Balik 2005
Kontroversi Situs dan Blog di Tahun Ayam
Kilas Balik 2005

Kontroversi Situs dan Blog di Tahun Ayam


- detikInet

Jakarta - Ah, rasanya mustahil sebuah tahun berlalu tanpa kontroversi. Di tahun 2005, yang disebut sebagai Tahun Ayam, beberapa kontroversi di jagad internet juga mencuat. Blog, bentuk singkat dari weblog, adalah salah satu bentuk situs internet. Namun lebih dari itu, blog telah menjelma sebuah kultur tersendiri. Kartun Peter Steiner, yang kini legendaris, menyebutkan bahwa 'di Internet, tak ada yang tahu jika kamu seekor anjing'. Begitulah identitas di dunia maya menjadi hal yang mudah untuk disembunyikan. ShaSeperti juga kasus Sha (Natasha Anya), seorang blogger yang konon meninggal dunia usai menuliskan mimpi kematiannya sendiri dalam blog. Kasus yang terjadi akhir Agustus 2005 itu sontak memancing kontroversi. 'Investigasi' yang digelar detikcom ke Solo menunjukkan nihilnya sosok Sha di dunia nyata. Beragam penelusuran yang digelar blogger di Indonesia juga memperkuat dugaan itu. Di sisi lain, banyak pihak yang tetap berkeyakinan Sha adalah sosok yang riil. Namun kebanyakan teman Sha mengaku hanya pernah kontak Sha melalui telepon atau internet. "Sudahlah, kontroversi itu tak perlu diperpanjang lagi. Biarlah Sha jadi bagian dari kenangan kita, nyata ataupun tidak toh tak ada bedanya," ujar seorang Blogger dengan bijak. HermanLain lagi kasus Herman Saksono di penghujung 2005. Kali ini Herman, seorang blogger asal Kota Gudeg, tak menyembunyikan identitasnya. Banyak pihak yang mengenal Herman di dunia nyata. Namun kontroversi Herman bukan seputar identitas, melainkan soal isi blog-nya. Pada 26 November 2005, Herman menampilkan foto olahan digital dari kasus foto mesra orang mirip 'Mayang Sari - Bambang Trihatmodjo'. Sebagai ganti wajah Mayang Herman menampilkan beragam wajah. Mulai dari pengurus Partai Demokrat, Roy Suryo, hingga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Nah aksi menempel wajah kepala negara inilah yang membuatnya tersandung. Herman, meski mengaku melakukan itu hanya sebagai guyonan, dimintai keterangan oleh Kepolisian Yogyakarta. Kasus ini pun sempat jadi kontroversi di jagad blog Indonesia. Anshar.netBeralih dari Blog, situs 'tradisional' pun bisa mengundang kontroversi. Mengapa tidak? Toh yang menyebabkan heboh adalah isi, bukan mediumnya. Salah satu kasus yang sempat mencuat adalah Anshar.net. Situs sangar tersebut dikabarkan sebagai situs milik jaringan terorisme. Kemunculan informasi soal Anshar.net berbarengan dengan tewasnya Azahari, pria yang diduga mengotaki berbagai ledakan bom di Indonesia. Konon Anshar.net merupakan pesanan salah satu anggota jaringan Azahari. Kemudian terungkap bahwa Anshar.net dibeli dari hasil carding. Yaitu aktivitas ilegal menggunakan nomor kartu kredit milik orang lain. Nama Max Fiderman mengemuka dalam kasus tersebut.Kerajaan TuhanHebohnya situs di tahun 2005 ditutup oleh situs LiaEden.info dan Mahoni30.org yang dimiliki oleh kelompok keagamaan 'Kerajaan Tuhan'. Situs tersebut memuat beragam pernyataan yang cukup mencengangkan. Situs itu pun sempat sulit diakses. Entah diblokir oleh pemiliknya atau oleh penyedia hosting.Salah satu pernyataan kontroversial yang menyeruak dari situs 'Kerajaan Tuhan' adalah soal bobolnya situs KPU saat Pemilu. Menurut sebuah surat di situs tersebut, pelaku perubahan nama partai di situs KPU adalah malaikat Jibril. Padahal pelaku adalah Dani Firmansyah, seorang aktivis komputer yang memiliki nama lain Xnuxer. Soal klaim 'jibril' tersebut, Dani yang dihubungi detikinet, Kamis (29/12/2005), hanya tertawa. (wicak/)





Hide Ads
LIVE