Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fatwa Islam 'Larang' SMS Voting

Fatwa Islam 'Larang' SMS Voting


- detikInet

Jakarta - Suka mengirim SMS dukungan untuk acara reality show? Jika iya, Anda beruntung karena otoritas kita tidak melarang hal itu. Tapi di Arab Saudi sana, SMS semacam ini dilarang.Operator seluler Arab Saudi, Mobily, melarang penggunanya mengirim SMS voting untuk acara pencari bakat, "Star Academy". Islam Arab menilai acara tersebut sebagai amoral.Sebelumnya pada bulan Mei, mahasiswa Islam mengecam acara pencari bakat yang ditayangkan di stasiun TV Lebanon, LBC itu. Mereka menilai acara tersebut bertentangan dengan Islam, di mana para 'artis' muda disambut bak pahlawan, setelah memenangkan kompetisi."Keputusan ini diambil kemarin malam berdasarkan fatwa yang dikeluarkan tahun lalu, mengingat acara tersebut tidak sesuai budaya," kata juru bicara Mobily, Humoud Alghodaini seperti dikutip detikinet, Selasa (27/12/2005) dari Reuters."Acara tersebut mempertontonkan laki-laki dan perempuan hidup bersama dalam satu rumah, kadang setengah telanjang dan berbagai situasi tidak pantas lainnya," ia menambahkan.Acara itu sendiri lumayan diminati kaum muda Arab. Minggu lalu, acara ini sudah masuk seri ketiga. Acara ini menceritakan dua pria Arab 21 tahun diantara 19 kontestan dari berbagai daerah di Arab, yang tinggal serumah, 24 jam sehari untuk memenangkan kontrak rekaman. Arab Saudi melarang keras pria dan wanita hidup serumah, tanpa ikatan perkawinan.Saudi Telecommunications Co. (STC) operator seluler terbesar di Arab Saudi, bulan Januari lalu mengatakan akan melarang pelanggannya mengirim SMS voting. STC memiliki sekitar 10 juta pelanggan, sementara Mobily baru 2 juta."Kita memang akan kehilangan pendapatan, tapi berapa besarnya saya belum tahu," kata Alghodaini, menyoal keputusan Mobily menghentikan layanan SMS voting. "Jika kami tidak menghentikannya, ini akan jadi bumerang bagi kami dan merusak citra perusahaan," ujarnya. (ketepi/)







Hide Ads