'Industri Telco Kian Sengit, Telkom Mesti Berevolusi'

'Industri Telco Kian Sengit, Telkom Mesti Berevolusi'

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 18 Jun 2020 16:31 WIB
Illustrasi telkom indonesia
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Telkom dituntut lebih 'ngegas' lagi di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin sengit. Pengamat telekomunikasi mengatakan agar Telkom bisa memperluas jelajah bisnisnya.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menuturkan, Telkom secara kinerja selama dua puluh tahun terakhir memang selalu terdepan. Akan tetapi, persaingan di depan justru semakin menantang.

Menurut Heru, Telkom jangan hanya bergantung terhadap Telkomsel selaku anak perusahaannya yang memberikan kontribusi pendapatan melimpah bagi perusahaan plat merah itu.

"Memang ada keinginan agar Telkom tidak bergantung pada Telkomsel, tapi bisnis-bisnis baru juga dihadirkan. Termasuk mengadopsi teknologi baru, seperti big data, internet of things, cloud computing, maupun menara telekomunikasi," ujar Heru.

Dari bisnis-bisnis di atas, Heru mengatakan memang ada yang sudah jalan dan berhasil, tetapi ada juga yang belum, yang mana ini menjadi pekerjaan rumah Telkom.

"Belum ini memang dikarenakan demand belum tinggi dan bisnis belum matang, seperti internet of things," ucapnya.

"Meski begitu, ke depan memang dibutuhkan manajemen Telkom yang visioner dengan e-leadership yang kuat. Sebab, bisnis juga mulai berubah ke arah OTT dan persaingan akan tajam, di mana ke depan hanya akan ada 2-3 operator telekomukasi saja," papar mantan anggota BRTI ini.

Seperti diketahui, Telkom diagendakan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat besok, (19/6/2020). Belakangan tersiar kabar bahwa ada perombakan direksi di tubuh perusahaan ini, misalnya pendiri Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid jadi Direktur Utamanya.

"Dan walau dirasa regenerasi penting, tapi biarkan terjadi secara alamiah tanpa membedakan milenial dan 'kolonial'. Pilihkan manajemen terbaik, berintegritas, punya visi membawa Telkom maju ke depan dengan rekam jejak yang jelas," jelasnya.

"Bila ada orang muda seperti itu, tidak masalah juga diberi kepercayaan. Tapi jika tidak jangan dipaksakan. Termasuk membersihkan Telkom dari titip-titipan pejabat, tim sukses atau partai. Telkom harus jadi role model BUMN yang profesional, modern dan sustain selamanya selama republik ini masih berdiri," pungkas Heru.



Simak Video "Fajrin Rasyid, Bos Bukalapak yang Kini Jadi Direktur Digital Telkom"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)