Rampung di Aceh, Air Putih Jadi 'Tim Bencana'
- detikInet
Jakarta -
Awalnya Air Putih merupakan kelompok relawan teknologi informasi di Aceh. Kini kelompok itu menjelma yayasan yang siap memberi dukungan ICT di daerah bencana. Kerennya, Information and Communication Technology Emergency Response Team.Hal itu ditegaskan Koordinator 2 Air Putih, M. Salahuddien, dalam paparan publik dan laporan pertanggungjawaban aktivitas Yayasan Air Putih di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. Paparan digelar di STIMIK Perbanas, Jakarta, Kamis (15/12/2005)."Yayasan Air Putih dan tim relawannya beritikad untuk menjadi emergency response team khusus yang terkait dengan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia," ujar Salahuddien. Untuk itu, lanjutnya, Air Putih akan bekerjasama dengan semua stakeholder, termasuk vendor teknologi.Ketika bencana gempa dan tsunami melanda kawasan Naggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, relawan Air Putih bergerak untuk menyediakan fasilitas telekomunikasi dan teknologi informasi. Paparan publik itu sekaligus memperingati menjelang satu tahun aktivitas Air Putih di kawasan tersebut.Potong Birokrasi? Tepat!Paparan publik tersebut dibuka oleh Alexander Rusli, Staff Ahli Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Alex mewakili Menteri Kominfo Sofyan Djalil yang berhalangan hadir. Alex mengutip perkataan Sofyan yang mengakui adanya kendala birokrasi yang dihadapi Air Putih saat melakukan aktivitas di Aceh. "Untuk itu maka sudah tepat bahwa Air Putih bergerak dengan cepat sehingga dapat memotong jalur birokrasi yang terlalu panjang," ujar Alex. Alex juga mengakui bahwa pemerintah membutuhkan saran dan masukan dari Air Putih. Terutama, ujarnya, soal pembangunan teknologi nirkabel dan pre-Wimax di Aceh. "Memang di atas kertas jarang disampaikan ada permasalahan, tetapi tetap saja pemerintah membutuhkan masukan dari teman-teman yang di lapangan," tuturnya.GAMHeru Nugroho, koordinator Air Putih dan pengurus Partai Demokrat, mengatakan selama di Aceh tim Aceh IT Media Center kerap mengalami permasalahan. Termasuk di antara masalah itu adalah koordinasi, kekurangan sumberdaya, dan gangguan keamanan. Bahkan, ujar Heru, Air Putih pernah 'terpaksa' membantu orang-orang Gerakan Aceh Merdeka (GAM). "Air Putih sebagai relawan yang tidak berpihak kepada siapapun, harus mau memberikan bantuan kepada kelompok Gerakan Aceh Merdeka berupa akses internet," ujarnya.Dalam kesempatan itu, berbagai pihak memberikan kesaksian dan harapan-harapan mereka pada Air Putih. Ini termasuk Budi Wahyu Jati (Intel Indonesia), Irfan Setiaputra (Cisco Indonesia), Farid Gaban (Pena Indonesia), Romo Sandhayawan (Jaringan Relawan Kemanusiaan), serta Donny B.U. (ICT Watch/detikinet.com).Pada intinya, mereka memberikan apresisasi yang cukup tinggi kepada para relawan Air Putih yang telah memberikan bantuan kemanusaiaan. Khususnya dalam hal membuka keterisolasian komunikasi dengan menggunakan teknologi informasi di kawasan bencana.
(wicak/)