Awas Hoax! 5G Tidak Sebabkan Virus Corona

Awas Hoax! 5G Tidak Sebabkan Virus Corona

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 17 Mar 2020 11:00 WIB
Booth Qualcomm di Mobile World Congress (MWC) 2019
Ilustrasi. Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Semakin meluasnya penyebaran virus corona membuat rumor dan hoax seputar asal-usul penyebarannya bermunculan. Salah satunya adalah klaim yang mengatakan bahwa virus corona disebabkan oleh jaringan 5G.

Teori ini banyak bermunculan di media sosial seperti YouTube, Facebook dan Twitter. Padahal klaim ini sudah terbukti salah karena gelombang radio tidak bisa menciptakan virus.

Publik figur pun turut memiliki andil dalam menyebarkan teori tidak beralasan ini. Seperti Keri Hilson, penyanyi asal Amerika Serikat yang memiliki 4,2juta follower di Twitter.

Dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (17/3/2020) Hilson mengirimkan beberapa cuitan yang menghubungkan virus corona dengan 5G pada hari Minggu lalu.

"Orang-orang telah mencoba memperingatkan kita tentang 5G selama bertahun-tahun. Petisi, organisasi, studi...apa yang kita alami adalah efek dari radiasi," tulis Hilson dalam cuitan di akun Twitter pribadinya.

"5G meluncur di CHINA. Nov 1, 2019. Orang-orang telah meninggal dunia," sambungnya.

Hilson juga menyebarkan teorinya di Instagram. Dalam salah satu postingannya ia menyertakan caption yang mengatakan bahwa kasus virus corona tidak begitu parah di Afrika karena di sana tidak ada 5G. Padahal di negara seperti Afrika Selatan, Nigeria, Ethiopia dan Mesir telah ada puluhan kasus yang dikonfirmasi.

Postingannya pun viral dan banyak orang mengkritik Hilson karena menyebarkan misinformasi. Tapi tidak sedikit juga orang-orang yang justru membagikan postingan tersebut seolah-olah Hilson memberikan informasi yang kredibel.

Selain itu, teori ini juga menyebar di sebuah grup Facebook tentang gerakan anti 5G. Seperti pengguna Facebook bernama Ben Mackie yang mengatakan bahwa virus corona sebenarnya bukan virus.

"Mereka mencoba menakuti kita dengan virus palsu padahal ini tentang tower 5G yang dibangun di seluruh dunia," tulis Mackie.

Klaim ini langsung dibantah oleh FullFact, sebuah lembaga pengecek fakta dari Inggris dan beberapa ahli lainnya.

"Cerita tentang 5G tidak memiliki kepercayaan secara ilmiah dan tentu saja merupakan gangguan potensial, seperti misinformasi lainnya, untuk mengendalikan epidemi COVID-19," kata profesor di Colorado School for Public Health, Jonathan M. Samet.

Brendan Carr, salah satu petinggi Federal Communications Commission mengatakan upaya Hilson menghubungkan 5G dengan virus corona datang dari area teori konspirasi yang berbahaya. Ia menekankan bahwa virus corona menyebar lewat kontak langsung dan bukan dari gelombang radio.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)