Indonesia Tak Merdeka Sinyal 2020 karena Pemerintah Belum Sejalan

Indonesia Tak Merdeka Sinyal 2020 karena Pemerintah Belum Sejalan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 13 Mar 2020 06:36 WIB
Ilustrasi Satelit, Satelit
Ilustrasi satelit (Photo by NASA on Unsplash)
Jakarta -

Pemerintah dinilai belum satu suara dalam meratakan akses internet di Indonesia. Buktinya, Indonesia tak jadi merdeka sinyal 2020.

"Tantangan Indonesia untuk 'tol langit' harus satu suara dulu. Satu suara di kementerian, lembaga, penegak hukum, dan lainnya. Jangan sampai ada perbedaan interpretasi," ujar Komisi I DPR RI dari fraksi Partai Golkar Bobby Rizaldi di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Sebagai informasi, 'tol langit' merupakan istilah yang dibuat merujuk pada keberadaan akses internet. Adapun untuk pergelaran 'tol langit' awalnya dialamatkan kepada proyek Palapa Ring yang pada akhirnya guna memerdekakan sinyal di Indonesia.

Palapa Ring yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Oktober lalu, diharapkan dapat menstimulus layanan akses internet di berbagai daerah Tanah Air, tak terkecuali di daerah pelosok.

Bahkan, dalam rapat kerja Menkominfo Johnny G Plate dengan Komisi I DPR RI (5/2) lalu malah mengkoreksi program Merdeka Sinyal yang seharusnya dapat tercapai di tahun ini.


Ketidakseragaman itu yang dinilai DPR harus diperbaiki oleh pemerintah periode sekarang. Bobby menyarankan agar Jokowi kembali memastikan soal upaya pemerataan internet oleh pemerintah.

"Harus satu suara dulu. Kementerian Keuangan dan Kementerian Kominfo harus satu suara dulu. Jangan takut terhadap Rp 10 triliun, Rp 20 triliun, Rp 30 triliun, kalau uang segitu tidak perlu dari APBN, ya kan tidak masalah, yang penting pertanggungjawabannya, tidak mematikan industri lain, tidak melanggar norma dan hukum dan konstitusi, undang-undang yang berlaku, itu dulu yang utama," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Palapa Ring meski sudah diresmikan, tetapi sampai saat ini Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Kominfo terus mencari operator telekomunikasi yang berminat memakai infrastruktur tersebut.

Direktur Utama Bakti Anang Latif menyebutkan saat ini baru 17 operator yang memanfaatkan Palapa Ring, baik paket barat, tengah, maupun timur.

Sementara itu, proyek Satelit Republik Indonesia (Satria) yang saat ini sedang dikerjakan belum mendapatkan pendanaan dari investor gegara mewabahnya virus corona.

Pemerintah sebelumnya telah menggaet dua investor asing untuk pengadaan satelit Satria, yaitu BPI France dari Prancis dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dari China.



Simak Video "Jokowi Resmikan Palapa Ring, Tulang Punggung Internet Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)