Fren dan Esia Pelajari Registrasi Prabayar Luar Negeri
- detikInet
Jakarta -
Dalam rangka memenuhi peraturan pemerintah mengenai registrasi prabayar, PT Mobile 8 Telecom (Fren) serta PT Bakrie Telekom (Esia) sedang mempersiapkan sistem dan skema registrasi yang dianggap terbaik serta bisa diterapkan dalam waktu dekat. Kedua operator, yang sama-sama beroperasi di frekuensi 800 Megahertz, itu mengaku sedang mempelajari beberapa studi kasus dari negara-negara lain. "Saat ini, Mobile-8 sedang menelusuri segala cara yang mungkin dilakukan untuk registrasi Fren prabayar. Termasuk mempelajari beberapa studi kasus dari negara-negara lain yang memberlakukan kebijakan yang sama," kata Herman Tkk, Head of Marketing PT Mobile-8, dalam keterangan tertulis yang diterima detikinet, Rabu (7/12/2005). Pernyataan serupa juga disampaikan Presiden Direktur PT Bakrie Telecom, Anindya Bakrie. "Kami akan memperkecil komplikasi yang ada, salah satu caranya dengan mempelajari pasar luar negeri seperti India," kata Anindya seusai acara Initial Public Offering (IPO) di Hotel InterContinental Jakarta, Selasa (6/12/2005). Anindya merujuk pada India karena negara itu juga sudah mulai menjalankan kebijakan registrasi prabayar di 2005 ini. Menurutnya, ada dua poin yang kemungkinan bisa diadopsi untuk Esia yakni dari sisi best-practise dan kecepatan pendataan. Hal itu karena jumlah pelanggan Esia masih relatif kecil yaitu 408.000. Baik Fren maupun Esia sama-sama mengatakan, apapun skema registrasi yang akan diterapkan pasti akan mengedepankan kepentingan pelanggan. Ini termasuk pelangan baru maupun existing. Keduanya berjanji akan mengedepankan kemudahan dalam melakukan proses registrasi tersebut. "Yang dapat dipastikan adalah, registrasi Fren prabayar tidak akan dipungut bayaran, dan kami akan segera menghubungi semua pelanggan kami mengenai tata cara registrasi ketika sistem dan metodenya telah siap," tukas Herman. Mobile-8 mengharapkan sistem tersebut sudah bisa disosialisasikan pada pertengahan Desember 2005. Herman juga mengatakan akan mendayagunakan perangkat dan channel yang dimiliki Fren demi efisiensi biaya yang ditimbulkan sehubungan proses registrasi itu. Hingga saat ini, Fren diklaim telah meraih 1,1 juta pelanggan. Sebanyak 90 persen di antara jumlah itu adalah pelanggan prabayar yang tersebar di seluruh Pulau Jawa. Esia, layanan telepon tetap nirkabel berbasis CDMA, menargetkan pada 2009 bisa mencapai 5 juta pelanggan. Untuk 2006, perusahaan itu menargetkan 1,3 juta pelanggan.
(wicak/)