Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Robot Superman China Bisa Lari 45 Km/Jam dan Lompat 2 Meter

Robot Superman China Bisa Lari 45 Km/Jam dan Lompat 2 Meter


Adi Fida Rahman - detikInet

Robot Superman Unitree
Robot Superman China Bisa Lari 45 Km/Jam dan Lompat 2 Meter Foto: Unitree
Jakarta -

Robot humanoid kini bukan cuma jago menari atau memamerkan gerakan kungfu. Produsen robot asal China, Unitree, memperkenalkan humanoid baru berjuluk "Superman" yang diklaim mampu berlari hingga 45,6 km/jam.

Dilansir dari Reuters, kecepatan tersebut berasal dari kemampuan lari sekitar 12,66 meter per detik. Unitree juga mengklaim robot barunya sanggup melakukan standing jump hingga setinggi 2 meter.

Kemampuan fisiknya membuat robot As2W mendekati performa atlet manusia dalam sejumlah aspek. Namun angka kecepatan dan lompatan tersebut masih merupakan hasil yang diumumkan Unitree dan belum diuji melalui benchmark independen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Yang lebih mengejutkan, robot Superman tersebut dikembangkan dalam waktu relatif singkat.

Unitree mengatakan proses pengembangannya hanya membutuhkan waktu sedikit lebih dari tiga bulan. Meski demikian, perusahaan mengakui robot tersebut masih berupa work in progress dan akan terus mendapatkan penyempurnaan.

Selama demonstrasi, As2W turun dari platform dan bergerak melalui air dangkal. Bodi perangkat memenuhi peringkat perlindungan IP54, yang berarti dilindungi dari debu dan percikan air.

Robot Superman UnitreeRobot Superman Unitree mampu berlari hingga 45,6 km/jam Foto: Unitree

Makin Gesit

Peluncuran robot baru Unitree menunjukkan betapa cepat perkembangan humanoid di China.

Beberapa tahun terakhir, perusahaan robotika China rutin memamerkan humanoid yang mampu berjalan, berlari, menari hingga melakukan gerakan bela diri. Kini persaingan mulai bergeser ke kemampuan fisik yang jauh lebih ekstrem.

Robot Unitree sebelumnya juga sempat mencuri perhatian lewat demonstrasi kungfu, berlari di medan terbuka, hingga berbagai aktivitas yang membutuhkan keseimbangan tinggi.

Perusahaan mengklaim telah mengirim sekitar 18.000 robot humanoid berkaki dua hingga Juli 2026. Angka tersebut memperlihatkan robot humanoid perlahan bergerak dari sekadar prototipe laboratorium menuju produk yang mulai diproduksi dalam jumlah lebih besar.

Tren tersebut ikut didorong perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Perusahaan teknologi kini berlomba mengembangkan apa yang sering disebut physical AI, yaitu sistem AI yang tidak hanya bekerja melalui layar, tetapi mampu memahami lingkungan dan melakukan tindakan lewat tubuh robot.

Robot humanoid nantinya dibidik untuk berbagai pekerjaan, mulai dari manufaktur, pergudangan hingga aktivitas yang dianggap terlalu berat atau berbahaya bagi manusia.

Unitree Siap Melantai di Bursa

Pamer kemampuan robot Superman dilakukan menjelang langkah besar Unitree di pasar modal.

Unitree dijadwalkan mulai diperdagangkan di bursa Shanghai pada 19 Agustus 2026 setelah menggelar penawaran saham perdana atau IPO senilai USD 905 juta.

Antusiasme investor terhadap perusahaan robotika tersebut sangat tinggi. Permintaan investor retail terhadap saham Unitree disebut mencapai lebih dari 8.000 kali jumlah saham yang dialokasikan untuk mereka.

Besarnya minat tersebut mencerminkan optimisme terhadap industri robot humanoid China yang sedang berkembang pesat.



(afr/afr)




Hide Ads