Proyek Satelit Satria Belum Dikucur Dana Investor Gegara Corona

Proyek Satelit Satria Belum Dikucur Dana Investor Gegara Corona

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 10 Mar 2020 19:09 WIB
Anang Latif
Anang Latif. (Foto: Agus Tri Haryanto/inet)
Jakarta -

Wabah virus corona yang semakin meluas, termasuk menjangkit Indonesia, berdampak pada terhambatnya proses negosiasi dengan investor asing terkait Satelit Republik Indonesia (Satria).

Pemerintah sebelumnya telah menggaet dua investor asing untuk pengadaan satelit Satria, yaitu BPI France dari Prancis dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dari China.

Direktur Utama Bakti Kominfo, Anang Latif, mengatakan pemerintah kembali terhambat untuk melakukan pertemuan secara langsung dengan investor tersebut akibat corona. Adapun pertemuan itu untuk menyelesaikan proses administrasi pengucuran dana untuk satelit Satria.

Satelit tersebut dari awal direncanakan untuk membantu penyebaran akses internet di kawasan pelosok Indonesia, di mana daerah tersebut tidak dijangkau oleh operator karena alasan bisnis.

"Satelit kami sedang menyelesaikan financial close. Ini memang kita harus akui proses wabah corona ini mempengaruhi proses kami," ujar Anang di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

"Karena dua investor asing kita berasal dari Prancis dan China, itu sulit mengadakan pertemuan secara langsung untuk memutuskan menandatangani perjanjian pembiayaan," sambungnya.

Menkominfo Johnny G Plate pernah mengeluarkan pernyataan ketika rapat kerja dengan Komisi I DPR RI bahwa target financial close satelit Satria dapat rampung di kuartal pertama. Sementara saat ini, kuartal pertama segera berakhir dan pertemuan dengan investor pun belum terlaksana.

Terkait ada kemungkinan mundur pengucuran dana asing ke satelit Satria, Anang masih tetap percaya diri kesepakatan tersebut dapat dicapai di sisa tri semester ini.

"Q1 berakhir di akhir Maret ini. Kami lagi menunggu laporan dari PSN sebagai pemenang tender. Jadi, saya belum bisa bilang mundur, tapi kami menunggu laporan perkembangan terus. Terus terang pemerintah kami dan sana masih sibuk fokus penanganan wabah corona," tuturnya.

Diketahui, proyek Satelit Satria dimenangkan Konsorsium PSN yang kemudian membentuk PT Satelit Nusantara Tiga sebagai perusahaan yang mengoperasikan satelit pemerintah tersebut. Adapun Satelit Nusantara Tiga ini dimiliki PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera yang semuanya tergabung dalam konsorsium PSN.

PT Satelit Nusantara Tiga telah menunjuk Thales Alenia Space sebagai manufaktur satelit berjenis Very High Throughput Satellite (VHTS) dan akan memakai roket dari SpaceX, yakni Falcon 9 yang akan mengangkut Satria ke slot orbit 146 derajat Bujur Timur.

Satria mempunyai kapasitas lebih dari 150 Gbps ini yang akan dimanfaatkan pemerintah untuk menyebarkan akses internet ke berbagai wilayah Indonesia, khusus daerah pelosok.

Satria punya peran menghubungkan lebih dari 150 ribu titik di Tanah Air untuk memberikan layanan internet yang dipakai kebutuhan pendidikan, kesehatan, administrasi, pemerintah daerah, pertahanan dan keamanan.

Proyek Satelit Satria Belum Dikucur Dana Investor Gegara Corona


Simak Video "Ombudsman Sebut Indonesia Sudah Terlalu Banyak Dijejali Investor"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)