Domain Khusus Situs Porno Ditunda Lagi
- detikInet
Jakarta -
Nasib akhiran nama domain khusus situs dewasa, .xxx, kembali buntu. Gosip yang beredar menyebutkan ada konspirasi dari pemerintahan Amerika Serikat. Atau justru dari Eropa?Vint Cerf, chairman, ICANN mengumumkan pembatalan pembahasan .xxx dari sebuah rapat di Vancouver, Kanada. Dengan demikian, keputusan mengenai .xxx tertunda lagi. Padahal keputusan seharusnya bisa diambil awal Desember 2005 ini. Internet Cooperation of Assigned Names and Numbers (ICANN) adalah lembaga yang mengatur hal-hal seperti nama domain dan lainnya di internet. Meski independen, lembaga itu berada di bawah Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS). Menurut TheRegister.co.uk, yang dikutip detikinet Jumat (2/12/2005), alasan pembatalan pembahasan .xxx adalah adanya laporan setebal 350 halaman yang harus dikaji terlebih dahulu. Namun hal itu dianggap sebagai alasan yang dibuat-buat. Penundaan itu menimbulkan kekecewaan pada ICM Registry. Perusahaan pendaftaran nama domain tersebut adalah sponsor utama pengajuan akhiran .xxx. Kisah yang lebih seru adalah gosip di balik penundaan tersebut. Pertama, Uni Eropa digosipkan berada di balik penundaan tersebut. Komisioner UE, Viviane Reding, konon menghubungi pimpinan ICANN Paul Twomey untuk menghentikan proses pembahasan .xxx. Namun hal itu, jika benar, menjadi aksi yang aneh dari Uni Eropa. Pasalnya selama ini Uni Eropa menunjukkan dukungannya pada .xxx. Hanya Amerika Serikat (AS) dan Brasil yang menentang domain tersebut. Gosip kedua, tentu saja adalah campur tangan AS. Kalangan konservatif di Negeri Abang Sam itu disebut telah cukup lama melakukan lobi agar pembahasan domain .xxx dihentikan. Masalahnya, jika memang gosip kedua itu benar, AS bisa dirugikan oleh langkah tersebut. Dihentikannya pembahasan domain .xxx bisa jadi 'amunisi' kalangan yang menentang dominasi AS dalam pengaturan internet.
(wicak/)