Musik Bajakan? Orang Muda Sudah Biasa
- detikInet
Jakarta -
Popularitas download musik ilegal masih jauh lebih besar dari layanan legal seperti iTunes. Hal ini terutama berlaku pada konsumen usia muda. Ya orang muda sudah biasa..Menurut hasil Penelitian dari JupiterResearch, konsumen lebih menyukai musik yang didapat dari download ilegal daripada harus membayar melalui toko online seperti iTunes dan Napster. Perbandingannya adalah 15 persen untuk konsumen yang mendapatkan musik melaui situs peer-to-peer (P2P) sedangkan 5 persen konsumen membeli musik pada toko online.Kebanyakan penggunanya justru masih berusia muda antara 15 hingga 24 tahun. Sebanyak 34 persen dari usia tersebut merupakan pelaku berbagi file secara ilegal.Mark Mulligan, analis JupiterResearch mengatakan, meskipun musik legal terus berkembang, tetapi berbagi file secara ilegal akan tetap ada. "Sekarang merupakan momentum untuk layanan musik legal, tidak bukan berarti file sharing ilegal akan hilang. Hal itu sudah jadi kebiasaan, dan karena gratis jelas makin sulit," imbuhnya seperti dikutip detikinet dari ZDNet Rabu (30/11/2005).Menurut Jupiter Research, 43 persen konsumen muda lebih memilih menyalin musik dari cakram digital (CD) daripada memebeli. Sejumlah 40 persen bahkan menyebut harga CD dan nilainya tidak setara. Agaknya, ini bukan masalah format musik, lewat internet atau lewat CD kebanyakan anak muda lebih memilih musik bajakan. Anak muda memang lebih terbiasa memakai barang bajakan. Menurut Mulligan, industri musik perlu berpikir dua kali tentang cara mengakali hal tersebut. Maksudnya, jangan 'main tuntut' konsumen musik bajakan. "Perlu adanya perubahan pendekatan," ujarnya.
(ien/)