Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kenapa Bukan Dot Indonesia?

Kenapa Bukan Dot Indonesia?


- detikInet

Jakarta - Ini bukan soal nasionalisme, apalagi soal sengketa nama domain. Jika mau, pemerintah Indonesia bisa saja membeli akhiran nama domain .indonesia. Kok bisa?Jasa itu ditawarkan oleh sebuah perusahaan asal Belanda bernama UnifiedRoot. Lewat jasa tersebut, sebuah perusahaan, organisasi, atau perseorangan bisa saja membeli akhiran nama domain yang disukainya. Contohnya, .schipol yang dibeli oleh Bandar Udara Schipol di Belanda. Kemudian, akhiran itu bisa digunakan untuk membuat nama domain seperti airport.schipol atau flight.schipol dan lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin sebuah negara membeli akhiran nama domain sesuai nama negaranya. Misalnya .indonesia. Bukan kebetulan kalau perusahaan itu 'lahir' setelah ada selisih paham soal pengelolaan internet yang dianggap 'Amerika-sentris'. Selisih paham tersebut sempat menghangat dalam konferensi World Summit on Information Society (WSIS) II di Tunisia pertengahan November 2005. Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) adalah organisasi yang mengatur hal-hal dasar di internet, termasuk soal nama domain. Meski independen, ICANN adalah lembaga yang dibawahi oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS). Fakta itu yang membuat beberapa negara makin rajin menyuarakan perlunya internet diatur oleh lembaga internasional. Dengan kata lain, diperkecilnya peran AS. Pada dasarnya, apa yang dilakukan UnifiedRoot adalah membuat root server sendiri. Dengan demikian, mereka bebas menentukan apa akhiran yang digunakan tanpa terikat birokrasi dan peraturan ICANN. Namun UnifiedRoot tak akan membuat akhiran yang telah digunakan pihak lain. Artinya, akhiran seperti .com, .net, .org, .co.id, tak bisa didaftarkan ulang lewat UnifiedRoot. Demikian dikutip detikinet dari siaran pers UnifiedRoot, Senin (28/11/2005). Untuk bisa mengakses nama domain dengan akhiran yang terdaftar di UnifiedRoot, pengakses internet memiliki dua pilihan. Pertama, mengubah setting Domain Name Server pada sistem yang digunakan. Kedua, menggunakan jasa Internet Service Provider yang telah menjadi rekanan UnifiedRoot. Sukses atau tidaknya UnifiedRoot masih terlalu awal untuk diprediksi. Namun satu hal yang sulit adalah, internet sudah terlalu identik dengan dot com. Mungkinkah itu berubah? (wicak/)





Hide Ads