Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
2010, Indonesia Punya 100 Juta Pelanggan Telekomunikasi

2010, Indonesia Punya 100 Juta Pelanggan Telekomunikasi


- detikInet

Jakarta - Pelanggan telekomunikasi Indonesia diperkirakan mencapai angka 100 juta pada tahun 2010. Hingga akhir 2005 saja, jumlah pelanggan diperkirakan mencapai 40 juta lebih.Hal itu tampak dalam materi presentasi dari Country Director Network Nokia Indonesia, Marko Kytoharju, Kamis (24/11/2005). Pertumbuhan jumlah pelanggan itu, menurut Account Director Network Nokia Indonesia, Henrik Brogaard, disebabkan karena meningkatnya harapan konsumen akan layanan telekomunikasi tingkat lanjut dan fitur yang kaya."Konsumen yang ada saat ini menginginkan layanan yang kaya fitur, lengkap dan matang," kata Brogaard. Selain itu, pertumbuhan pelanggan dipengaruhi tingginya pertumbuhan pelanggan pemula, yang menjadikan itu sebagai pasar baru.Pasar untuk pengguna sendiri terbagi menjadi dua yaitu, layanan multimedia bergerak dan layanan suara. Untuk layanan multimedia, menurut Brogaard, hal itu akan meningkatkan ARPU dan pendapatan bagi operator. Sedangkan layanan suara yang lebih ditujukan untuk pengguna pemula, bagi operator dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan pendapatan juga. Semeneta bagi pengguna, layanan ini meningkatkan akses telekomunikasi dan produktivitas.Menurut Brogaard, ke depan, pembagian kue telekomunikasi akan sesuai dengan kebutuhan pasar di Indonesia, antara lain dari segi coverage telekomunikasi dan teknologi seperti GSM/GPRS, EDGE, dan AMR kemudian 3G WCDMA, HSPA."Evolusi dari teknologi tentunya membuka peluang bisnis baru," kata Brogaard. Menurutnya yang menjadi tantangan utama dalam membangun jaringan 3G adalah, bagaimana meminimalisasi biaya pengimplemntasian jaringan 3G itu sendiri. Serta bagaiamana caranya agar akses 2G tetap diberdayakan. Serta bagaimana operator mampu menghadapi evolusi teknologi yang akan datang.Nokia juga menawarkan solusi baru yang relatif sederhana untuk membangun layanan 3G, seperti yang dibutuhkan saat ini. Solusi itu berupa switching untuk 3G yang bernama Nokia Flexi WCDMA Base Station. Produk ini diklaim mampu memangkas biaya pengimplementasian sebesar 70 persen.Menurut riset yang dilakukan Nokia, pelanggan WCDMA secara global mencapai 34,5 juta hingga akhir sept 2005. Nokia mengklaim sebagai penyedia jaringan WCDMA terbesar di Asia Pasifik, karena bekerjasama dengan 12 operator dan menyediakan 22 jaringan WCDMA, untuk wilayah Asia Pasifik. Di Indonesia sendiri, menurut Marko, Nokia sudah bekerjasama dengan Telkomsel dan Indosat. (ketepi/)




Hide Ads